Tomat adalah sayuran dan buah yang hampir selalu ada di setiap dapur kita. Warna merah tomat sangat cantik sebagai penghias masakan, dan rasanya yang masam menambah kaya rasa pada masakan.

Tentunya anda akan suka jika tomat yang anda konsumsi adalah tomat segar yang baru dipetik dari kebun anda sendiri. Nah! Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa tips menanam tomat di rumah secara hidroponik.

Pilih benih yang cocok untuk lingkungan anda.

Karena perbedaan geografis di berbagai daerah, beberapa varietas tomat mungkin tumbuh subur di halaman Anda, sementara yang lain mungkin tidak. Anda bisa melakukan percobaan menanam 3 varietas untuk mengetahui tomat yang baik di lingkungan anda.

Atau anda juga bisa menanyakan kepada petani tomat di sekitar anda. Karena tomat ada yang baik ditanam di dataran tinggi, dan ada pula yang cocok di dataran rendah.

Tanam tomat di lingkungan yang terlindungi

Tomat termasuk tanaman yang sangat sensitif. Anda perlu membuat naungan atau greenhouse agar tanaman tomat terlindungi dari hujan lebat dan angin kencang.

Daun tomat yang basah terkena hujan akan mudah sekali terserang oleh cendawan/ jamur. Akibatnya pertumbuhan melambat dan hasil tomat berkurang.

Tomat ceri cocok untuk ditanam di luar

Jika Anda memutuskan untuk tidak menanam tomat di dalam greenhouse atau naungan, pilihlah tomat ceri. Tomat ini lebih produktif dari pada yang lain ketika ditanam di luar karena waktu mereka untuk menjadi dewasa umumnya lebih pendek.

Beri ruang yang cukup saat semai benih

Jika anda menanam tomat dari benih atau biji, berikan ruang tanam yang cukup dan jangan terlalu rapat. Hal ini penting karena memungkinkan tanaman tumbuh dengan baik dan berproduksi secara efisien. 

Kepadatan benih yang lebih tinggi akan memadati kebun, dan tanaman tidak akan mendapatkan nutrisi atau aliran udara yang memadai untuk pengembangannya.

Berikan angin tambahan

Jika anda menanam bibit tomat di dalam greenhouse, berikan tambahan angin pada bibit tomat. Gunakan kipas angin dua kali sehari selama 5-10 menit untuk memberikan udara yang efisien untuk bibit tomat Anda. Ini memperkuat mereka, dan peningkatan aliran udara mengurangi kemungkinan munculnya cendawan atau jamur.

Tomat menyukai sinar matahari daripada angin

Tanam tomat di bawah sinar matahari langsung, tetapi jangan sampai terkena angin kencang. Batang tomat tidak cukup kuat untuk menahan angin kencang.

Tanaman tomat yang banyak menerima sinar matahari akan menghasilkan buah yang banyak dibandingkan dengan yang sedikit terkena sinar.

Berikan lanjaran

Karena batang tanaman tomat tidak terlalu kuat, penting untuk menggunakan lanjaran, terali, pilar, atau alat serupa lainnya untuk mendukung mereka saat mereka tumbuh lebih tinggi dan lebih luas.

Jangan menyirami daunnya, sirami media tanamnya

Penyiraman hanya pangkalan tanaman mencegah mereka mengembangkan masalah yang terkait dengan terlalu banyak kelembaban. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, daun tomat tidak boleh basah dan lembab, karena menimbulkan cendawan. Bahkan dianjurkan sekali untuk memberikan angin-angin tambahan.

Buang tunas air

Tunas air adalah tunas yang muncul diantara batang dan cabang utama. Tunas ini menguras konsumsi nutrisi, dan mengganggu pertumbuhan tomat dan proses pembuahan. Biasanya tunas air yang dibiarkan tumbuh membuat buah tomat kecil-kecil.

Potong bagian paling atas tanaman

Ketika tomat tumbuh cukup tinggi, Anda harus memotong bagian atasnya. Ini membantu memusatkan energi tanaman pada menghasilkan buah.

Buang kelebihan daun

Ketika tanaman mulai berproduksi, lebih baik menghilangkan sebagian daunnya yang tidak perlu. Ini memungkinkan lebih banyak sinar matahari dan lebih banyak udara untuk mencapai buah secara langsung. Ini juga membantu mengurangi beberapa penyakit.

Gunakan pisang untuk membantu mematangkan tomat

Jika Anda memiliki buah yang masih hijau saat Anda memanen seluruh kebun sekaligus, jangan khawatir. Kumpulkan mereka dan taruh di rumah dengan beberapa pisang. Etilen dari pisang akan membantu tomat matang.

Nah! Anda bisa menggunakan ini untuk pematangan buah lainnya seperti mangga. Dengan pisang, etilen yang dihasilkan lebih baik daripada mematangkan buah dengan karbit.

Jangan terburu-buru saat panen

Mungkin memakan waktu, tetapi lebih baik jika Anda memilih buah secara individual dan hati-hati. Ini memastikan kualitas akhir dari tomat yang matang sempurna.

Dalam satu kelompok buah, biasanya tidak matang bersamaan. Anda hanya memetik buah yang matang saja dengan hati-hati agar tidak merontokkan buah lainnya.

Dibutuhkan banyak waktu dan usaha untuk menumbuhkan tomat yang lezat, tetapi pada akhirnya sangat berharga!

Baca Juga :
Cara Menanam Cabe Hidroponik
Panduan Singkat Berkebun Hidroponik
Berkebun Hidroponik dari Sisa Sayuran di Dapur

Anda punya cerita atau pertanyaan tentang tomat hidroponik? Silahkan berikan komentar anda di dalam kolom berikut!


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

9 Komentar

Lia · 29 Desember 2014 pada 14:27

Mas mohon infonya, tomat saya berusia 2bulan lebih tapi knp blm berbuah yah? Hanya lebat saja.

Terima kasih
Lia

    admin · 3 Januari 2015 pada 05:08

    Faktor yang menyebabkan tomat tidak mau berbuah diantaranya sbb:
    Temperatur terlalu tinggi atau terlalu rendah
    Tidak ada penyerbukan
    Terlalu banyak atau terlalu sedikit nitrogen
    Kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
    Kekurangan air
    Stress akibat kerusakan karena serangga atau penyakit
    Tomat mbak lia mungkin salah mengalami gangguan sepeti di atas.

Yudo · 17 Januari 2015 pada 18:31

Jarak tanam untuk tomat sistem NFT brapa cm ya?

    admin · 18 Januari 2015 pada 04:10

    Jarak tanam disesuaikan dengan umurnya. Saat semai 5 cm, saat mulai besar 10 cm, saat mulai pertumbuhan buah bisa dibuat 20 cm.

Agus Suryadi Surya · 9 Februari 2015 pada 14:43

Salam kenal. Maaf saya mau tanya kalau setudi tentang cara tanaman hidroponik dimana tempatnya? Trima kasih

    admin · 10 Februari 2015 pada 01:49

    Maaf pak Agus, kalau studi hidroponik lebih mudah melalui grup/ komunitas hidroponik di facebook. Bapak bisa tanya dan belajar melalui online, tanpa harus keluar biaya yang banyak.

Agus Suryadi Surya · 11 Februari 2015 pada 11:27

Kalu untuk pembelian produk bisa langsung di tempat? Ap hanya secara online aja. Trimakasih.

herlan · 12 Maret 2015 pada 11:57

pak…mohon infonya kita mau menanam totomat secara hidroponik, tapi masalahnya nutrisi sulit di dapat karena kita jauh dari kota,bagaimana cara membuat nutrisi sendiri, terima kasih

    admin · 12 Maret 2015 pada 12:09

    Untuk membuat nutrisi sendiri bisa menggunakan pupuk NPK seimbang untuk makronutrientnya, ditambah Gandasil (pupuk daun) untuk mikronutrientnya.
    Bisa juga menggunakkan teknik aquaponik, air berasal dari kolam ikan lele.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.