Anda tentunya tahu greenhouse bukan? Ya, rumah untuk menanam sayur agar tanaman tumbuh di dalam lingkungan yang dapat anda kontrol.

Apa Greenhouse itu?

Anda mungkin sering mendengar bahwa greenhouse juga sering diartikan sebagai rumah kaca. Ya, memang ada greenhouse yang dibuat dengan bahan kaca. Sekarang greenhouse sudah berkembang pesat, dibuat degan plastik UV dan samping greenhouse ditutup menggunakan insect net.

Petani yang biasa menggunakan greenhouse banyak terdapat di negara sub tropis yang mengalami 4 musim. Mereka menggunakan greenhouse agar tetap bisa menanam pada musim dingin bersalju.

Lalu bagaimana di Indonesia? Kita memang tidak pernah melewati musim dingin, dan di tanah air ini kita bisa menanam apa saja dengan mudah walaupun tanpa greenhouse.

Namun untuk beberapa kasus, greenhouse di Indonesia berfungsi sebagai pelindung dari hama. Selain itu juga berfungsi agar tanaman tidak lembab saat hujan.

Kelebihan greenhouse

Menanam hidroponik saat hujan akan membuat tandon nutrisi bertambah airnya, dan bahkan bisa kebanjiran. Nah! Jika anda menanam sayur dengan hidroponik sebaiknya menggunakan greenhouse. Tentu saja, jika tidak ada tambahan air hujan yang berlebihan, anda akan menghemat nutrisi.

Ketika anda membiarkan air hujan masuk ke dalam tandon, dan bahkan sampai berlebihan, anda perlu menambah nutrisi pengganti karena terbuang bersama air. Paling tidak anda perlu atap UV untuk melindungi tanaman hidroponik.

Jika anda memiliki greenhouse untuk rumah sayuran anda, anda dapat menyemai benih dengan sempurna. Semai benih yang rapuh akan mudah rusak jika terkena hujan.

Sayur sawi, bok choy, atau sawi sendok adalah sayur yang disukai oleh kupu-kupu. Dia hinggap dan bertelur, lalu muncullah ulat yang siap menghabiskan sayuran anda. Jika anda menanam sawi di dalam naungan greenhouse, hasil yang anda peroleh adalah sayur yang cantik dan mulus tanpa gigitan ulat atau serangga seperti belalang.

Sayur mulus ini memiliki kualitas yang tinggi, dan sangat disukai oleh banyak restoran untuk menu sayuran mereka. Harga sayur yang seperti ini juga tinggi, dibandingkan sayur yang berlubang oleh gigitan ulat.

Tanaman cabe, tomat, terong, adalah tanaman yang seharusnya tidak terlalu banyak terkena air. Tanaman ini rentan terhadap jamur jika tumbuh dalam keadaan lembab. Akibatnya banyak kutu/ tungau berkembang biak pada tanaman. Inilah yang membuat daun cabe keriting.

Greenhouse mempunyai pelindung dari hujan dengan atap UV, dan pelindung percikan air dari samping dengan insect net. Hal ini menjadikan tanaman cabe tetap kering. Bahkan dianjurkan untuk memberikan angin tambahan dengan kipas sekitar 20 menit saat kelembaban tinggi, yaitu pada pagi dan sore. Tambahan angin ini digunakan untuk menjaga agar tanaman tetap kering.

Bagaimana anda mengontrol pertumbuhan tanaman di dalam greenhouse?

Greenhouse membantu tanaman agar mudah dikontrol pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang dapat anda kontrol adalah cahaya, suhu, ventilasi, dan pengairan.

Kelembaban

Saya sering mengamati kelembaban udara di tempat saya, yaitu di pesisir selatan Jawa. Pada tempat ini kelembaban tertinggi dicapai saat pagi hari dan sore hari, mencapai angka 99% diukur menggunakan humidity meter. Sedangkan kelembaban ideal adalah 70% sampai dengan 85%.

Sedangkan pada siang hari pada musim kemarau turun sangat drastis sampai 40%. Bagaimana anda mengatasi ini semua?

Jika pagi hari terlalu lembab, anda bisa membuka ventilasi greenhouse, atau memberikan angin. Jika kelembaban terlalu rendah, anda bisa memberikan tambahan air yang disemprotkan ke ruangan greenhouse.

Ventilasi

Seperti halnya manusia, tanaman sering membutuhkan udara segar. Ini bisa dibilang bagian terpenting dari greenhouse yang sukses, karena membantu mengatur suhu, menyediakan banyak udara segar untuk fotosintesis, mencegah serangan hama dan penyakit, dan mendorong penyerbukan.

Udara yang stagnan dapat menjadi tempat berkembang biak bagi hama, jamur, jamur, dan penyakit yang tidak disukai yang memanfaatkan atmosfer seperti itu, jadi pastikan greenhouse berventilasi baik dengan membuka beberapa jendela atau mendapatkan kipas angin.

Gunakan ventilasi udara di atap untuk memungkinkan kelembaban dan panas untuk dikeluarkan secara alami, sirkulasi udara, layar dan peralatan lainnya untuk secara manual mengontrol lingkungan.

Cahaya

Sinar matahari penuh pada rumah kaca Anda adalah yang terbaik. Salah satu fungsi dari rumah kaca adalah menahan sinar UV yang masuk tertahan di dalam ruangan. Membuat tanaman anda lebih lama berfotosintesis, walaupun setelah matahari terbenam.

Baca Juga :
Menanam Tomat Hidroponik di Rumah
Menanam Bawang Merah Hidroponik, Hasil Memuaskan
Sukses Menanam Selada Hidroponik

Kesimpulan

Greenhouse adalah tempat untuk pertumbuhan tanaman agar kondisi lingkungan dapat dikontrol. Hasil pertumbuhan tanaman di dalam greenhouse berkualitas tinggi.

Jika anda ingin berinvestasi greenhouse untuk menanam, anda perlu mempertimbangkan tanaman apa yang akan anda tanam, misalnya anda menanam hidroponik, menanam cabe, tomat, dan paprika.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.