Pada kesempatan ini saya akan memberikan penjelasan tentang bagaimana cara menanam hidroponik dengan metode baru yaitu dengan menggunakan media tanam cocogrow.

Cara menanam hidroponik menggunakan media yang baru ini masih dibilang belum banyak yang menggunakan, namun sebenarnya hasil dari menanam menggunakan media ini cukup bagus.

Cocogrow dapat diterapkan untuk menanam hidroponik ataupun secara kovensional di tanah maupun polybag. Mari kita mulai satu-persatu bagaimana cara menanam hidroponik dengan metode yang baru menggunakan media tanam cocogrow.

Apa itu cocogrow?

Cocogrow adalah media tanam yang dibuat menggunakan sabut kelapa dimana masih terdapat terdapat serbuk serbuk cocopeat yang menempel pada serat-seratnya.

Fungsi dari serat adalah memberikan ruangan pada media tanam agar udara dapat masuk memberikan pasokan oksigen pada akar tanaman. Sedangkan serbuk cocopeat berfungsi untuk menyimpan air & menjaga kelembaban perakaran tanaman.

Air dalam media ini juga berfungsi memberikan pasokan air & nutrisi akar tanaman. Cocogrow didesain untuk memberikan dukungan pasokan oksigen dan air kepada akar tanaman.

Air pruning adalah peristiwa dimana akar bertemu dengan oksigen di dalam media tanam, sehingga ujung akar utama akan berhenti memanjang dan mulai tampak kehitaman.

Akibatnya akan muncul percabangan pada akar utama dan muncul akar-akar sekunder. Jika akar sekunder hasil percabangan akar utama bertemu dengan oksigen lagi, maka akan terjadi percabangan lagi, demikian seterusnya.

Cocogrow didesain untuk memudahkan akar mejadi bercabang dan berserabut banyak dengan meningkatkan proses air prunning pada akar, yaitu memberikan pasokan oksigen melalui rongga-rongga media tanam. Dengan menggunakan cocogrow, dihasilkan akar tanaman yang bercabang dan berserabut banyak.

Lihat Produk : Media Tanam Cocogrow

Apa kelebihan cocogrow?

Cocogrow diproduk oleh cocometan.com dalam satu kemasan berisi 100 plug media tanam yang siap digunakan. Media ini sangat praktis untuk menanam, karena anda tidak perlu lagi untuk memotong-motong atau mempersiapkan media untuk semai benih. Cocogrow bisa dimanfaatkan langsung saat anda membukanya dari kemasannya.

Setelah tanaman panen, media cocogrow tidak ikut hancur karena pertumbuhan akar. Media ini pun bisa dimanfaatkan lagi untuk menanam. Cocogrow bekas dapat direndam satu hari, lalu dijemur sampai kering, setelah itu media ini dapat digunakan lagu untuk semai benih, atau bisa juga untuk pengisi kantong polybag untuk menanam tanaman lain.

Selama cocogrow belum hancur dan rusak, media ini dapat digunakan kembali, sampai berkali-kali. Media tanam ini bermanfaat sampai bekasnya pun masih bisa digunakan, dan masih mampu memberikan pasokan oksigen dan menyimpan air untuk pertumbuhan akar tanaman.

Cara semai benih dengan cocogrow?

Setelah cocogrow dikeluarkan dari kemasannya, rendam media ini dengan cara dimasukkan ke dalam wadah/ ember, lalu diberikan air sampai terendam. Agar air cepat terserap oleh cocogrow, aduklah media yang terendam dalam air.

Langkah berikutnya adalah meletakkan biji tanaman ke dalam celah-celah media tanam. Setelah semua biji dimasukkan ke dalam media tanam, letak pada tempat yang tergenang air sekitar setinggi 1 cm.

Air ini digunakan untuk sediaan kebutuhan tanaman sehingga harus ada setiap saat. Atau bisa juga anda menggunakan sprayer untuk menyemprot semaian ini setiap pagi siang dan sore hari. Jika anda tidak sempat anda bisa menggunakan cara yang pertama tadi yaitu media semai diberikan air sampe tergenang sekitar 1 cm.

Jika anda menggunakan cara menggenangkan media dengan sedikit air, anda akan menghemat tenaga untuk penyemprotan atau penyiraman.

Setelah beberapa hari benih akan pecah dan muncullah tunas baru. Tentunya setiap benih mempunyai perbedaan lama waktu untuk tumbuh tunas.

Misalnya selada atau sawi biasanya membutuhkan satu malam untuk terjadi perkecambahan. Untuk  sayuran kangkung mempunyai waktu yang cukup lama, karena dia mempunyai biji yang keras sehingga memerlukan waktu untuk bertunas.

Setelah muncul daun sejati yaitu daun yang sudah memiliki tulang sirip dan helai daun, biasanya adalah lembaran yang ketiga,  tanaman mulai diberikan nutrisi bisa lewat genangan air nutrisi, bisa juga melalui semprotan dengan sprayer.

Setelah beberapa hari tanaman sudah mulai nampak tumbuh dewasa, dan akar sudah mulai terlihat di samping media.  Saat inilah plastik pembungkus media tanam harus sudah mulai dilepas, karena jika tidak dilepas menyebabkan pertumbuhan akar terganggu.

Saat setelah plastik dilepaskan, media akan lebih mudah lagi dilewati oleh udara dan oksigen, sehingga perakaran tanaman tumbuh semakin lebat dan kuat.

Cara memindah bibit sayuran ke media hidroponik

Selanjutnya anda bisa memindahkannya ke fase penanaman. Anda bisa menggunakan hidroponik ataupun secara konvensional ditanam di tanah maupun dengan polybag. Saat memindahkannya pun cukup mudah, tanpa harus merusak perakaran yang sudah tumbuh. Plug media tanam diambil lalu disiapkan medianya hidroponik atau polybag, kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Hasil pertumbuhan & perakaran tanaman hidroponik dengan cocogrow

Karena cocogrow memberikan dukungan suplai oksigen dan nutrisi yang baik ke dalam sistem perakaran, tentunya pertumbuhannya pun menjadi lebih cepat.

Jika anda menanam dengan hidroponik, pertumbuhan akan lebih maksimal dan menghasilkan tanaman yang sehat dan renyah. Namun jika anda menanam dengan polybag, hal yang perlu anda perhatikan adalah mencari media yang berserat atau berongga.

Media tanam yang berserat seperti sekam bakar, serat sabut kelapa yang sudah direndam (untuk menghilangkan tanin). Sedangkan media yang berongga adalah seperti pecahan batu bata, hidroton, perlite, zeolite.

Perlu juga anda menggunakan polybag yang berongga, namun di Indonesia belum diproduksi rupanya. Sebagai alternatif, anda bisa menggunakan polybag yang dilubangi bagian sampingnya. Pada umumnya polybag hanya berlubang pada bagian bawahnya saja, dan anda bisa menambahkan lubang pada sampingnya dengan cara menusuk-nusukkan jarum atau paku panas. Lubang ini membantu sirkulasi udara ke sistem perakaran.

Cocogrow bekas dapat digunakan kembali

Ada satu keunikan dari media tanam cocogrow ini, yaitu bekas media yang sudah dipakai, bisa digunakan untuk menanam kembali. Media ini menjadi alternatif yang baik digunakan karena sangat ekonomis.

Bagaimana cara menggunakan cocogrow bekas?

Cocogrow yang sudah digunakanuntuk menanam menyatu dengan akar-akar yang melilit. Anda cukup menjemurnya akar tersebut dibawah sinar terik matahari, sampai akar menjadi kering dan rontok.

Media bekas ini dapat anda gunakan untuk pengisi polybag, pot buah, atau anda taburkan di atas akar tanaman yang tumbuh di tanah. Media ini mampu menahan air dan menjaga akar tanaman tetap lembab.

Baca Juga :
Menanam Bawang Merah Hidroponik, Hasil Memuaskan
Menanam Tomat Hidroponik di Rumah
Cara Menanam Cabe Hidroponik

Kesimpulan

Cocogrow adalah media tanam baru untuk semai benih dengan mudah. Media ini memberikan suplai oksigen dan nutrisi dengan baik, serta mampu menjaga kelembaban akar dan tidak terlalu membasahi.

Dengan media ini pertumbuhan akar menjadi lebih banyak mengalami air pruning dan menjadi bercabang banyak, sehingga pertumbuhan tanaman maksimal.

Semai dengan cocogrow yang digenangkan dengan sedikit air menghemat tenaga untuk menyiram dan menghemat air. Media bekas dapat digunakan kembali setelah dijemur sampai sisa akar kering.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.