Bawang terkenal karena aromanya yang menyengat, rasa yang khas dan sifat-sifat tertentu yang memberi kesehatan. Semua jenis allium seperti bawang merah ini mengandung senyawa organosulfur yang memiliki sifat antioksidan, menjadikannya protektif terhadap kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit jantung, kanker, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.

Bawang sangat dibutuhkan untuk menambah cita rasa makanan, dan membuatnya menjadi bumbu dapur yang paling dibutuhkan setiap dapur. Bahkan saat harga bawang merah naik, ibu-ibu masih tetap saja mau membelinya.

Nah! Bagaimana kalau kita coba menanam bawang merah di rumah secara hidroponik. Saya punya pengalaman beberapa kali menanam bawang merah, dan akan saya bagikan kepada anda. Yuk kita ikuti langkah-langkahnya!

Semai bawang

Anda bisa menggunakan bawang merah di dapur yang sudah mulai muncul tunas hijaunya, atau bisa juag anda membeli benih/ biji bawang merah.

Jika anda ingin menanam dari bawang yang ada di dapur, pilihlah bawang dengan ukuran besar dan bentuk yang bagus. Letakkan di atas media tanam yang lembab. Anda bisa menggunakan rockwool, cocogrow, cocopeat, atau serabut kelapa.

Semprotkan air pagi, siang, dan sore untuk menjaga agar media tetap lembab. Saya sendiri menggunakan penyemaian dari talang air NFT, dan diberi aliran air dengan durasi pengairan sekitar 20 menit sampai
8 kali sehari .

Demikian juga halnya, jika anda menyemai benih bawang dari biji, anda bisa menaruhnya dalam media tanam rockwool atau yang lainnya. Jika dari biji membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh tunas dan tumbuh besar. Tapi saya lebih menyukai yang ini, karena hasilnya besar dan bagus.

Pindah Tanam

Saat daun bawang mulai memanjang dan banyak, anda bisa memindahkannya ke polybag, tanah, atau hidroponik. Saya coba pindahkan sebagian bawang merah ke hidroponik dengan talang dan sebagian yang lain dengan PVC 3 inch.

Tentu saja, menanam bawang merah dengan PVC, anda akan mengalami kesulitan, karena tanaman mudah roboh. Seperti punya saya ini, saya kebingungan untuk menegakkan kembali.

Sebenarnya tidak membuat pertumbuhan terganggu, pertumbuhan bawang merah masih terus berjalan dengan baik walah batangnya roboh.

Mari kita lihat bawang merah di atas talang NFT. Saya menggunakan net pot berukuran 10 cm, dan bisa untuk menampung 4 sampai 5 bawang. Saya menggunakan media tanam sabut kelapa. Sabut kelapa juga berfungsi untuk memberikan dukungan tanaman agar tidak roboh.

Kondisi air dan nutrisi

Menanam hidroponik tentu tak terlepas dari kontrol air dan nutrisi. Berbeda dengan tanah, jika anda terlalu banyak memberi nutrisi, tanah bisa membantu tanaman agar tidak keracunan nutrisi.

Jika anda menanam dengan hidroponik, tentu harus tepat memberikan nutrisinya. Namun, tentu saja dengan hidroponik efek dari pemberian nutrisi akan terasa cepat, pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan menanam di tanah.

Kondisi air yang digunakan pastikan dari sumber yang mempunyai pH sekitar 7 atau netral. Dan kadar mineral dalam air dibawah angka 100 ppm diukur dengan TDS meter. Jika sumur anda memenuhi syarat ini, anda bisa menggunakannya terus-menerus.

Bawang merah memerlukan kadar nutrisi sekitar 900 – 1200. Jika anda melihat gambar di atas, saya menggabungkan bawang merah dengan daun selada dalam satu rak hidroponik. Sedangkan selada memerlukan nutrisi sekitar 500 – 900 ppm

Saya menggunakan nutrisi 900 ppm agar rak NFT bisa digunakan untuk tumpang sari selada dengan bawang merah. Menyenangkan bukan? Anda bisa menggabungkan beberapa tanaman dalam satu sistem pengairan, namun anda harus memilih tanaman yang bisa digabungkan bersama.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

7 Komentar

pengusahamudaceria · 12 Desember 2015 pada 09:36

Wih mantebb yah, bisa gede2 gituh bawang merah dengan system tanam
hidroponik
.

sribasar · 28 Desember 2015 pada 21:39

Mana EC nutrisinya

    Ajib Roihan · 5 Januari 2019 pada 13:03

    Maaf, EC nutrisi sudah di update. SIlahkan!

Arang Sekam Galesong · 16 Juli 2016 pada 22:31

Salam. Mohon maaf kami ingin ijin untuk berpromosi.
Bagi para pecinta tanaman,,,
kami Jual Arang Sekam Murah yang memberikan manfaat yg besar pada pertumbuhan tanaman. Arang Sekam sangat baik sebagai media tanam,

khususnya tabulampot karena bisa meningkatkan porositas media tanam/tanah.

Selain itu Arang sekam juga menjadi media tanam organik untuk

sistem hidroponik.
Jika berminat silahkan hubungi kami melalui FB: Workshop Arang Sekam

Galesong

Sarwendah Purwaningrum · 25 Agustus 2016 pada 14:53

bermanfaat sekali artikelnya. Kunjungi juga greenmommyshop yang menyediakan kosmetik organik dan aman untuk kesehatan karena free dari bahan kimia.

mariam alves · 5 Februari 2019 pada 18:36

saya ingin belajar menanam bawang secara hidroponik. tolong info nya.terima kasih

    Ajib Roihan · 20 Februari 2019 pada 09:56

    bawang merah termasuk mudah menanamnya, karena tidak terlalu banyak hama penyerang. Menanam bawang hidroponik, bisa untuk belajar bagi pemula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Pelatihan Hidroponik 31 Maret 2019 Dismiss