Cara Menanam Tanaman Hidroponik

12 Agustus 2016 By Ajib Roihan 0

Bagaimana cara menanam tanaman hidroponik?

Cara menanam tanaman hidroponik sebenarnya bukan ide lama. Meski tidak menggunakan tanah sebagai media penanaman, kecepatan pertumbuhan tanaman hidroponik mencapai 50% lebih besar daripada cara penanaman konvensional. Bagaimana bisa? Cara menanam tanaman hidroponik membuat tanaman langsung menerima pasokan air bernutrisi. Karena itulah, tanaman hidroponik tidak begitu membutuhkan akar yang terlalu besar, apalagi mengingat lahan yang digunakan juga tidak besar. Selain itu, tanaman hidroponik juga termasuk ramah lingkungan, karena tidak membutuhkan terlalu banyak air. Untuk kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, Anda dapat menggunakan yang berbentuk bubuk sebelum dicampur dengan air, yang kemudian diberikan kepada tanaman hidroponik. Cukup ringkas, praktis, dan lebih ekonomis, bukan?

Apa sajakah keuntungan dari cara menanam tanaman hidroponik? Yang pasti, Anda tidak perlu lagi berbelanja sayur-sayuran dan buah-buahan di pasar, warung, atau supermarket, karena sudah bisa memproduksi sendiri. Lebih bagus lagi bila kualitasnya bagus dan menarik perhatian orang lain, Anda dapat berbagi atau bahkan menciptakan usaha dagangan sendiri.

Cara menanam tanaman hidroponik juga memiliki dua sistem dasar, yaitu:
1.    Sistem aktif
2.    Sistem pasif

Hidroponik Sistem Aktif

Hidroponik sistem aktif mengandalkan aliran air yang bergerak biasa dibantu oleh pompa air. Sistem ini baik untuk hidroponik yang menanam sayuran dalam jumlah yang banyak.  Namun sistem ini kurang baik jika hanya menanam beberapa tanaman saja karena sangat boros pemakaian daya listrik untuk memutar pompa air.

Contoh dari sistem hidroponik aktif atau yang mengendalikan aliran air adalah NFT atau nutrient film technique.  Di sini air dalam tandon yang berisi larutan nutrisi di bawah talang atau gully yang berisikan tanaman.

dengan air yang mengalir tetap saja suhu dari air nutrisi akan dingin, hal ini menyebabkan perakaran tanaman menjadi sehat dan tidak berpenyakit.

Pertanian hidroponik skala besar biasanya menggunakan sistem aktif karena sistem ini di samping mampu memberikan suplai nutrisi juga mampu memberikan suplai oksigen. Air yang mengalir di pompa kemudian bergelombang pria bersentuhan dengan oksigen mengambil  oksigen dari permukaan air yang dibawanya menuju aliran-aliran sampai menyentuh akar tanaman. Sistem inilah yang membuat prakarya sayur menjadi kuat dan mampu tumbuh dengan cepat dan subur.

Hidroponik Sistem Pasif

Lalu bagaimana dengan hidroponik sistem pasif? Ini adalah sistem yang tidak menggunakan air bergerak namun air yang hanya diam dalam suatu wadah atau tempat saja. Contoh dari sistem ini adalah hidroponik yang menggunakan wick atau kain yang dapat membersihkan air. Kita sering hidroponik dan  botol botol bekas atau wadah-wadah bekas yang diisi air kemudian di atasnya ditaruh tanaman kemudian akarnya menjulur dibantu dengan kain flanel untuk merumuskan air nutrisi.

Tentu saja sistem pasif seperti ini tidak memerlukan daya listrik sehingga sangat murah dan cocok sekali untuk sekedar hobi di rumah. Namun ada saja kendalanya yaitu air di dalam wadah cenderung mudah naik suhunya atau menjadi hangat ketika terkena sinar matahari. Apa efek buruknya apabila air di dalam wadah Itu hangat?

Efek yang sangat tidak disukai adalah tumbuhnya jamur yang akan  melekat tanaman. nutrisi yang seharusnya diserap akar akan diserap jamur sehingga air menjadi busuk tanaman lama-lama mati.

Berbeda dengan hidroponik sistem aktif dengan Perputaran air yang mampu mengurangi temperatur air sehingga air nutrisi tetap dingin.

Dengan metode hidroponik pasir Anda harus pandai-pandai membuat wadah tempat air Tetap dingin,  diantaranya adalah dengan menanam botol sebagian di dalam tanah, atau menutup bagian atas botol atau wadah dengan styrofoam atau gerimis sehingga panas tidak langsung menembus ke dalam larutan nutrisi.

Cara menanam tanaman hidroponik dengan sistem aktif melancarkan sirkulasi larutan nutrisi untuk tanaman dengan pompa. (Ada yang memakai timer untuk pompa dan ada yang tidak, melainkan hanya mengira-ngira hingga tanaman mendapatkan nutrisi secukupnya.)

Berbeda dengan cara menanam tanaman hidroponik dengan sistem pasif, yaitu dengan membuat larutan yang kaya akan nutrisi diserap oleh medium dan disemaikan ke akar tanaman. Sayangnya, sistem pasif memiliki kekurangan. Pembagian oksigen melalui akar tanaman tidak bisa imbang, jadi ada yang kelebihan jatah hingga kekurangan jatah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak sehat sempurna.

Selain dilihat dari cara kerja, sistem untuk cara menanam tanaman hidroponik juga dapat dibagi berdasarkan pemulihan (recovery), yaitu:
1.    Recovery system. (Sistem pemulihan.)
2.    Non-recovery system. (Sistem nonpemulihan.)

Dalam recovery system, larutan nutrisi yang sudah disirkulasikan dapat digunakan kembali. Sementara itu, dalam non-recovery system, larutan nutrisi yang sudah disirkulasikan tidak dapat digunakan kembali.

Untuk tahapan cara menanam tanaman hidroponik, ikuti langkah-langkah berikut ini:
1.    Penyemaian benih
Semailah benih pada wadah, lalu pindahkanlah ke media tanam bila benih tersebut cukup umur, dalam hal ini: mulai tumbuh sedikit daun.

2.    Penyiapan media tanam
Gunakanlah media tanam berupa campuran sekam bakar dan campuran pasir kerikil atau rockwool dengan pasir kerikil. Silakan pilih salah satu. Tempatkan media tanam tersebut pada wadah yang diinginkan, entah itu kaleng bekas atau pot.

3.    Pemberian nutrisi
Nutrisi dapat diracik sendiri (terutama bila Anda sudah ahli) atau dibeli di toko. Anda bisa menyiramkannya ke tanaman setiap pagi atau sore hari – atau menggunakan sistem wick (pasif) bila ingin lebih mudah.

4.    Perawatan
Pemangkasan dan pemberian gulma merupakan bagian dari perawatan terhadap tanaman hidroponik, sama dengan tanaman konvensional lainnya.
Selamat bertanam hidroponik.