Cara menanam hidroponik bukan lagi metode langka di daerah perkotaan saat ini. Dengan keunggulan mudah perawatan dan tidak membutuhkan tempat yang luas untuk menanam berbagai sayuran. Metode hidroponik juga membuat sayuran yang ditanam lebih aman, bersih dan subur.

Berbeda dengan budidaya sayuran skala besar, sayuran hidroponik bisa ditanam dengan skala kecil. Hidroponik juga cocok untuk ditanam di balkon, teras rumah atau halaman belakang rumah dengan perawatan yang lebih mudah dan sederhana. Hari ini kami akan membantu Anda mendapatkan gambaran umum tentang cara menanam hidroponik untuk pemula di rumah.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menanam hidroponik untuk pemula?

Lokasi penanaman

Lokasi penanaman adalah salah satu faktor penting yang menentukan apakah sayuran hidroponik Anda tumbuh dengan baik. Sama seperti metode menanam pada umumnya, Anda dapat meletakkan hidroponik di luar rumah. Anda bisa menaruh di balkon, teras, atau di mana pun Anda bisa menaruh media untuk menanam tanaman hidroponik. Namun, lokasi penanaman harus memperhatikan faktor-faktor berikut :

  • Sinar matahari: Sayuran hidroponik membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Semakin kuat cahaya atau semakin banyak cahaya, maka akan semakin baik sayuran hidroponik tumbuh. Ini adalah salah satu faktor terpenting dalam menumbuhkan kebun hidroponik yang Anda buat. Dalam metode menanam hidroponik, jumlah cahaya yang dibutuhkan harus setidaknya 6-12 jam. Ini berarti bahwa jika rumah Anda memiliki sinar matahari 6 jam sehari, Anda akan memiliki kebun sayur hidroponik yang indah. Selain itu kebun hidroponik Anda memiliki produktivitas yang baik.
  • Posisi rumah Anda: Mengapa posisi rumah mempengaruhi penanaman sayuran dengan metode hidroponik? Posisi rumah juga akan menentukan berapa jam sinar matahari menyinari area yang akan Anda tanami tanaman atau sayuran hidroponik. Jika arah rumah Anda menghadap timur atau barat, masih mungkin Anda akan mendapatkan sinar matahari sekitar 6 jam sehari. Cahaya pagi, dari arah timur lebih baik untuk pertumbuhan dan berkembangan sayuran berdaun daripada sinar matahari dari arah barat.
  • Area di sekitar rumah Anda: Sangat bagus jika area sekitar tempat untuk berkebun hidroponik Anda tidak memiliki atap. Jika area sekitarnya terdapat bangunan yang tinggi, jumlah cahaya Anda akan terbatas. Daerah sekitarnya meliputi: bagian depan, sisi kiri dan kanan. Jika rumah Anda ditutupi oleh gedung-gedung tinggi di ketiga sisinya, mungkin sulit bagi Anda untuk menumbuhkan tanaman hidroponik. Bahkan jika rumah sudah menghadap timur atau barat.

Jadi, untuk memiliki kebun hidroponik yang baik, anda harus memperhatikan ini. Prasyarat pertama adalah area untuk menanam hidroponik di rumah Anda harus memiliki setidaknya 6 – 10 jam sinar matahari.

Teknik menaman hidroponik yang cocok

Setelah memilih lokasi penanaman dengan cahaya yang cukup untuk menanam sayuran, sekarang saatnya memilih teknik menaman. Anda bisa memilih teknik yang paling sesuai dengan kondisi di area rumah Anda. Beberapa desain hidroponik yang populer berikut ini :

1. Teknik Menanam Hidroponik Water Culture System

Ini adalah metode untuk menanam hidroponik dengan sistem rakit apung. Metode ini merupakan salah satu teknik menanam tanaman hidroponik yang mudah dan sederhana. Metode ini adalah membiarkan akar tanaman mengapung di air, sehingga dapat menyerap nutrisi selama 24 jam terus menerus.

Untuk media menanam hidroponik ini membutuhkan bahan seperti wadah atau bak penampung untuk menampung air. Anda juga memerlukan media tanam atau rockwoll, sterofoam, benih tanaman, netpot, dan larutan nutrisi hidroponik.

2. Teknik Menanam Hidroponik Drip System

Teknik drip system merupakan salah satu teknik menanam hidroponik yang banyak digunakan karena memiliki desain sederhana dan mudah dibuat. Jika menggunakan teknik ini, maka dibutuhkan timer untuk mengatur air nutrisi menetes pada tanaman.

3. Teknik Menanam Hidroponik Aeroponic System

Aeroponic System merupakan teknik berkebun hidroponik dengan menggunakan udara sebagai media tanam. Konsep dari sistem penanaman ini adalah dengan membiarkan akar tanaman menggantung. kemudian akar akan disemprot air atau larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman dengan menggunakan media irigasi sprinkler.

4. Teknik Menanam Hidroponik Wick System

Wick System merupakan cara menanam hidroponik dengan menggunakan sumbu, dan teknik penanaman ini bisa dikatakan yang paling mudah dan praktis.

Metode ini juga paling banyak digunakan karena tidak membutuhkan banyak peralatan untuk menanamnya. Dimana disini Anda hanya membutuhkan sumbu yang digunakan sebagai reservoir. Akar tanaman tidak langsung masuk ke dalam air tapi pada media seperti rockwoll atau serabut kelapa. Atau bisa juga menggunakan pasir kerikil, sekam bakar dengan ditambahkan sumbu di bawahnya menggunakan sumbu kompor, kapas atau kain bekas. Kemudian bagian sumbu saja yang akan terkena air atau larutan nutrisi.

Dan bisa dikatakan Teknik Menanam Hidroponik Wick System merupakan cara menanam hidroponik yang cocok untuk pemula yang ingin berkebun hidroponik.

Tentu saja, setiap teknik penanaman memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk mencapai efisiensi tertinggi. Anda harus dimulai dari teknik yang paling mudah terlebih dahulu.

Air dan listrik

Berkebun Hidroponik tidak dapat sukses tanpa air dan listrik. Air dan listrik diperlukan jika Anda menanam dengan teknik Water Culture System, Drip System dan Aeroponic System. Pastikan teras atau balkon rumah Anda selalu menyediakan air bersih. Selain itu juga harus memiliki colokan listrik sehingga sistem hidroponik selalu berjalan dengan baik.

Pemasangan sistem hidroponik teknik Water Culture System, Drip System dan Aeroponic System memerlukan rangka besi atau kayu. Anda juga memerlukan tangki, pipa atau peralon, dan peralatan lainnya seperti pompa air dan aerator. Setelah memilih desain dan teknik penanaman, Anda harus melanjutkan dengan instalasi sesuai dengan desain yang ingin Anda buat.

Panduan untuk menanam sayuran hidroponik di rumah

Anda dapat menanam sayuran dalam wadah ember, wadah styrofoam, atau pot plastik, pot stainless steel atau keranjang buah. Perhatikan agar wadah yang digunakan tidak bocor, dan memiliki tinggi sekitar 15 cm. Selain itu, penting juga untuk memilih larutan nutrisi hidroponik khusus, agar sayuran bisa tumbuh dengan baik.

Bahan:

  • Wadah untuk menanam sayuran ukuran 45 x 60 x 15 cm dan penutupnya
  • Larutan nutrisi (bisa dibeli di toko tanaman atau toko online)
  • Pot plastik atau gelas plastik bekas
  • Bibit sayuran (selada, bayam, brokoli, sawi, atau kemangi )
  • Campuran serabut kelapa dan sekam padi

Langkah menanam sayur hidroponik untuk pemula

Langkah 1: Siapkan wadah utama untuk wadah air untuk menanam sayuran hidroponik.

Langkah 2: Bor bagian tutup wadah utama dan lubangi pot plastik atau gelas plastik bekas pada bagian bawah agar biasa dialiri air atau bagaian bawah terendam air. Sementara itu rendam bibit sayur dalam air hangat selama beberapa jam.

Langkah 3: Campur campuran 1/2 sekam padi, 1/2 serabut kelapa dan masukan ke dalam pot plastik atau gelas plastik dan padatkan, Anda hanya boleh mengisinya 2/3 dari pot atau gelas plastik, lalu sebarkan benih atau bibit yang sudah direndam tadi.

Langkah 4: Campur larutan nutrisi dengan air untuk diencerkan, kocok dan aduk larutan semuanya ke dalam wadah utama (tambahkan air secukupnya sesuai dengan instruksi 1 tutup larutan untuk dicampur 1 liter air), lalu aduk rata. Ketinggian air sebaiknya bisa merendam 2 cm bagian bawah pot atau gelas plastik.

Langkah 5: Terakhir masukkan pot atau gelas plastik yang sudah berisi bibit sayur ke dalam tutup wadah yang sudah dilubangi, tempatkan tutup wadah utama yang sudah berisi larutan nutrisi, sehingga bagian bawah pot atau gelas plastik terendam ke dalam larutan dari 1 -2 cm.

Proses pembibitan merupakan tahap paling sulit dari semua proses menanam sayur hidroponik, karena saat pembibitan Anda sekali tidak menyiangi, dan menyiram, sampai biji tumbuh jadi kecambah.

Selengkapnya, Cara Menanam Hidroponik, dari Pembibitan sampai Panen

Cara merawat dan memanen sayuran hidroponik

  • Perawatan sayuran hidroponik tidak membutuhkan banyak waktu, setiap hari hanya perlu menjemur sayuran selama 5-6 jam di bawah sinar matahari, dan harus menghindari terkena hujan karena dapat merubah takaran nutrisi pada larutan nutrisi pada media hidroponik. Jika dimusim kemarau, gunakan semprotan kabut untuk melembabkan sayuran. Anda harus sering memantau ketinggian air dalam wadah utama, dan perlu menambahkan larutan nutrisi ketika tingkat air lebih rendah dari akar.
  • Setelah 5 hari menabur benih atau bibit, Anda secara bertahap meilihat benih dan bibit mulai tumbuh seperti kecambah, jika ada pot yang bibitnya tidak tumbuh sebaiknya diangkat dan ganti dengan bibit baru.
  • Setelah hanya 15 hari, Anda dapat memanen sayuran yang ditanam di rumah, dengan lebih bersih, aman, dan segar untuk diolah menadi masakan yang nenak dan lezat untuk seluruh keluarga.

Selama proses penanaman, Anda perlu memperhatikan masalah-masalah berikut:

  • Wadah media tanam harus ditempatkan di bawah sinar matahari, matahari pagi lebih baik. Jika Anda menanam di dalam ruangan atau di tempat yang tidak ada sinar matahari, Anda harus menggunakan lampu untuk menyinari sayuran untuk pengganti sinar matahari.
  • Selama penanaman, secara teratur periksa konsentrasi larutan hidroponik setiap 3 hari untuk menambahkan lebih banyak air dan nutrisi ke tanaman. Jangan biarkan cahaya menyinari larutan terlalu lama karena mudah untuk menciptakan kondisi bagi alga dan bakteri yang menyebabkan penyakit pada tanaman.
  • Periksa secara teratur untuk melihat apakah sayuran terinfeksi hama sehingga dapat segera diobati.

Jenis Sayuran yang Sering Ditanam Dengan Sistem Hidroponik

Jika Anda sudah memahami cara menanam hidroponik untuk pemula, bahan dan alat apa saja yang diperlukan, bagaimana teknik dasar penanamannya. Maka Anda bisa memilih beberapa jenis sayur-sayuran yang biasanya ditanam dengan sistem hidroponik, sehingga Anda bisa mendapatkan sayuran yang segar, aman dan bersih yang ditanam dari kebun sendiri di rumah.

Berikut ini beberapa daftar sayuran yang bisa Anda tanam di kebun hidroponik rumah Anda :

  • Selada
  • Bayam
  • Brokoli
  • Kangkung
  • Bayam merah
  • Kubis hijau
  • Wortel
  • Bawang
  • Tomat
  • Kemangi
  • Daun bawang
  • Seledri
  • Mentimun

Itulah yang dapat kami sampaikan kepada Anda tentang cara menanam hidroponik untuk pemula, semoga dengan berbagai informasi yang telah kami sampaikan disini.

Anda dapat belajar dengan mudah dari hal yang harus dipersiapkan pertama kali sebelum berkebun hidroponik, teknik menanam hidroponik, dan cara menanam hidroponik yang baik dan benar dari proses pembibitan sampai pemanenan.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.