Tak sedikit petani dan pemula yang mulai menanam sayur hidroponik di samping rumah mereka dan menghasilkan tambahan rejeki dari hasil kebun sayur sendiri.

Mereka berasal dari berbagai daerah, ada yang berkebun di kota, dan ada pula yang berkebun di desa. Pemasaran sayurnya pun beragam, ada yang diantarkan langsung ke restoran, rumah sakit, dan hotel. Ada pula yang dititipkan tukang sayur keliling.

Menanam sayur hidroponik sudah mulai populer dan mampu memberikan kebutuhan sayur segar di masyarakat kota maupun desa.

Cara menanam hidroponik

Menanam hidroponik bisa menggunakan peralatan sederhana, atau dengan peralatan irigasi yang serba otomatis. Saya akan beritahu anda satu-persatu. Mulai dari semai benih, pemberian nutrisi, cara menanam, panen, pemasaran sayur, dan lainnya.

Semai benih sayuran

Apapun cara menanam hidroponik anda, dengan cara sederhana atau dengan irigasi dengan pompa air, anda harus menyiapkan terlebih dahulu tanaman apa yang akan anda tanam.

Anda harus menyemai benih sayuran terlebih dulu. Semai benih ini berfungsi untuk memilih sayuran yang tumbuh dengan baik. Saat semai benih, terkadang ada beberapa benih yang tidak pecah menjadi bibit tanaman.

Anda harus menyiapkan media tanam, benih sayuran, nampan, atau tray semai. Pekebun hidroponik biasanya menggunakan media tanam rockwool. Namun sekarang ada produk baru, yaitu cocogrow yang merupakan produk dalam negeri.

Langkah-langkah semai benih adalah sebagai berikut:

  • Potong-potong rockwool seukuran dadu 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm. (Ukuran tidak harus sama persis ya, boleh lebih besar, tapi jangan terlalu kecil). Lalu beri lubang di tengah-tengahnya dengan tusuk gigi.
  • Jika anda menggunakan cocogrow, anda tidak perlu lagi memotong-motong, karena cocogrow bisa langsung digunakan.
  • Rendam media tanam dalam air sampai basah lalu tiriskan. Ingat! untuk semai benih hanya membutuhkan media yang lembab, dan jangan terlalu basah. Jika terlalu basah, menyebabkan benih membusuk dan tidak pecah menjadi bibit tanaman.
  • Letakkan media di atas nampan atau tray semai.
  • Masukkan biji/ benih tanaman satu persatu ke dalam media tanam.
  • Anda bisa menggunakan bantuan pincet atau tusuk gigi yang dibasahi.
  • Tanaman sayuran seperti selada dan sawi biasanya akan pecah dalam 24 jam. Untuk kangkung, tomat, cabe, memerlukan waktu yang lebih lama.
  • Beri semprot air pagi, siang dan sore ke permukaan media tanam dimana benih ditanam.
  • Jika anda menggunakan nampan, anda bisa memberi genangan sedikit air agar media tanam tetap lembab.
  • Jika benih sudah pecah dan muncul bakal akar, dan bakal daun, jangan lupa untuk segera menjemurnya dengan sinar matahari. Semakin banyak sinarnya, semakin baik, dan cepat tumbuh besar.

Pindah tanam

Semaian yang baik adalah semaian yang menghasilkan tanaman yang kuat dan tidak mudah roboh. Anda bisa coba untuk membelai daun tanaman sayur muda, dan jika tanaman anda sehat dan kuat, tangan anda akan merasakannya. Tanaman pun tidak mudah mudah roboh.

Bagaimana agar tanaman kuat? Ya, sinar matahari harus banyak.

Pindah tanam dilakukan setelah tanaman mulai memunculkan daun sejati. Apa itu daun sejati? Daun yang memiliki tulang daun, helai daun. Biasanya saat helai yang ketiga. Bisa anda lihat pada gambar berikut:

Sebenarnya 2 helai yang melebar ke samping itu bukan daun, itu adalah kotiledon, atau biji yang terbelah. Sedangkan yang tengah itu adalah daun sejati. Saat inilah proses fotosintesis sudah mulai berlangsung, dan anda harus mulai memberikan nutrisi kepada tanaman agar cepat tumbuh besar.

Saat pindah tanam, anda harus menyiapkan tempat tanaman menggantung, dan tempat nutrisi. Anda bisa menggunakan media sederhana dengan bahan bekas yang ada di sekitar anda.

Membuat media hidroponik dari botol bekas

  • Siapkan botol besar ya. Jangan terlalu kecil, karena akan mempengaruhi pertumbuhan.
  • Jika ada, gunakan botol yang berwarna hijau ya. Tujuannya agar tidak memunculkan lumut di dalamnya.
  • Jika tidak ada, anda bisa menutup botol dengan cat gelap atau kertas yang sarungkan.
  • Potong botol menjadi 2 bagian, ukuran tidak harus sama yaa.
  • Bagian bawah untuk tempat larutan nutrisi, dan bagian atas untuk tempat media tanam.
  • Pada potongan bagian atas, beri beberapa lubang, agar media tidak terlalu basah.
  • Pada bagian tutup botol, beri sumbu dari kain bekas atau kain flanel.
  • Anda bisa menggunakan media tanam dari cocopeat, sabut kelapa, pecahan batu bata, dll, selain tanah.
  • Letakkan semaian tanaman yang anda punya ke dalam media tanam.
  • Ingat 2 faktor terpenting ini ya! Beri nutrisi dan banyak sinar matahari.

Jika anda menggunakan media sederhana ini, anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Namun, anda harus benar-benar rajin untuk mengecek nutrisi tanaman satu-persatu.

Mengenal Nutrisi Hidroponik

Nutrisi sama dengan pupuk. Namun dalam pertumbuhan hidroponik biasanya menggunakan pupuk AB Mix. AB Mix ini diracik oleh petani dari Belanda, namun karena hasilnya yang memuaskan akhirnya menjadi nutrisi yang terkenal di seluruh dunia.

AB mix ini termasuk pupuk majemuk yang dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu bagian A dan bagian B yang tidak boleh dicampurkan dalam keadaan pekat.

AB Mix biasa dipasarkan dalam bentuk serbuk. Anda harus melarutkannya terlebih dahulu menjadi pekatan A dan pekatan B. Setelah itu anda bisa menggunakannya untuk pemupukan tanaman.

Tanaman membutuhkan nutrisi yang dibagi menjadi makro dan mikro. Nutrisi makro adalah NPK (Nitrogen, Phospor, Kalium), silikon, belerang, magnesium, dan kalsium. Sedangkan nutrisi mikro adalah, klorin, molibdenum, tembaga, besi, mangan, seng, dan boron.

Nutrisi racikan para petani Belanda ini memang sudah tidak diragukan lagi. Di Indonesia sudah banyak formulator yang meracik nutrisi AB mix. Kita tidak perlu bersusah payah mencarinya.

Jika terpaksa tidak anda temukan AB mix, anda bisa menggunakan pupuk NPK sebagai makro nutrisinya, dan ditambahkan pupuk gandasil daun untuk mikro nutrisiniya.

Kondisi pH air

Menanam hidroponik berbeda sekali dengan menanam di tanah. Jika anda menanam dengan tanah, kelebihan pupuk akan dinetralkan oleh tanah. Namun di hidroponik, kelebihan atau kekurangan nutrisi akan cepat terasa dampaknya oleh tanaman.

Pertumbuhan sayur dengan sistem hidroponik memang lebih cepat dibandingkan di tanah, namun anda perlu sangat memperhatikan kondisi air dan nutrisi.

Anda harus cek pH dan ppm sumber air yang akan anda gunakan setiap saat untuk mengairi tanaman. Sumber air yang baik memiliki pH netral, yaitu 7. Sedangkan memiliki kadar garam terlarut rendah yaitu dibawah 100 ppm.

Biasanya hampir kebanyakan air sumur dan air sungai dapat digunakan. Anda pun bisa menggunakan air PDAM, atau air tetesan dari AC pendingin anda.

Air yang digunakan untuk memberikan nutrisi diatur agar mencapai pH antara 5.5 sampai 6.5. Pada keadaan ini semua nutrisi diserap dengan baik oleh akar tanaman. Anda bisa melihat tabel berikut.

sumber : hydroponics.co.nz
  • Jika pH di atas 7, anda harus menurunkannya dengan pH down, atau bisa juga anda menggunakan larutan asam sulfat, bisa anda dapatkan di air aki zuur (yang berlabel merah) di toko atau bengkel motor.
  • Anda hanya perlu beberapa tetes saja, tidak usah terlalu banyak, dan hati-hati.Jika pH terlalu rendah, (namun ini jarang terjadi), anda bisa menambahkan sedikit saja larutan soda api.

Namun sebenarnya kedua langkah di atas tidak perlu dilakukan, karena nutrisi AB mix umumnya mempunyai sifat asam, jika anda menambahkan ab mix ke dalam air irigasi, pH akan turun dengan sendirinya. Tapi anda harus mengukurnya agar lebih terkontrol.

Mengatur nutrisi tanaman

Selanjutnya anda perlu menambahkan nutrisi sesuai dengan petunjuk para ahli yang telah menelitinya. Anda bisa lihat tabel berikut:

sumber : petaniteguh.blogspot.com

Tabel tersebut adalah tabel untuk mengatur pH dan nutrisi untuk beberapa sayuran. Perlu diingat, tabel ppm ini adalah untuk tanaman remaja sampai dewasa. Jika anda menggunakan untuk semai dan pembibitan, sebaiknya dikurangi.

Sebagai contoh, jika anda menanam selada. Pada seminggu pertama anda bisa memberi nutrisi sangat encer yaitu 300 ppm, kemudian pekan kedua anda bisa menambahkan sampai 500 ppm, pekan ketiga sampai panen anda bisa memberi 800 ppm.

Keadaan cuaca juga bisa mempengaruhi penggunaan ini. Saat musim panas, energi matahari cukup banyak untuk membantu tanaman menyerap nutrisi. Saat banyak mendung anda bisa menambahkan selada sampai 900 – 1000 ppm. Beri sedikit lebih banyak, dan pengalaman akan membuat anda lebih mahir mananam tentunya.

Membuat media hidroponik dari PVC

Jika anda menanam sayuran dalam jumlah banyak, sebaiknya anda menggunakan PVC dengan irigasi dibantu pompa air. Dengan cara ini anda bisa menghemat banyak tenaga dan waktu untuk mengontrol nutrisi tanaman.

Jika anda berinvestasi membuat sistem hidroponik, anda sama saja telah memangkas biaya tenaga kerja. Sistem hidroponik memang perlu biaya, namun disisi lain membantu sekali dalam pengerjaannya.

Sistem ini merupakan sistem yang sederhana untuk menanam hidroponik. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Anda bisa menggunakan PVC 3 inch atau 2,5 inch. Lalu anda buat lubang tanam dengan holesaw dengan jarak antar tanaman (dari titik pusat lubang) 15 cm sampai 20 cm.

Anda bisa membuat sistem pengairan model zig-zag seperti ini. Gunakan pompa air celup untuk memutar air nutrisi, dan gunakan juga timer digital yang mempunyai fungsi mengurangi penggunaan listrik dan juga saat air mati, akar bergantian mengambil oksigen.

Saat media pvc sudah anda siapkan, tandon sudah anda isi dengan nutrisi, anda bisa memindahkan semaian sayur muda anda ke dalam lubang yanam pvc. Perlu diperhatikan agar anda selalu menjaga akar tetap lembab. Jika akar tidak sampai ke permukaan aliran air dalam pvc, anda bisa menambahkan sumbu yang dikaitkan pada net pot.

Cara pemasaran sayur hidroponik

Pemasaran sayur hidroponik sangat luas, entah itu di kota ataupun di desa. Anda lebih baik menjual langsung ke konsumen daripada menjual lewat pemborong atau pengepul sayur. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk pemasaran sayur hidroponik.

1. Penawaran langsung dan Buat Kartu Nama.

Anda bisa mendatangi langsung ke lokasi seperti restoran, hotel, rumah sakit, warung, pengusaha catering dengan membawa contoh sayur anda. Jangan lupa bagikan kartu nama anda yang bertuliskan nama dan alamat kebun sayur anda.

2. Publikasi di media sosial.

Anda bisa membagikan cerita kebun hidroponik anda di media sosial. Saat ada pembeli, anda bisa mendokumentasikan foto pembeli bersama kebun anda.

Publikasi di media sosial membantu sekali dan mendorong banyak orang mendatangi kebun anda. Lakukan hal ini secara rutin, namun tidak terlalu sering. Anda bisa memposting 3 kali seminggu di timeline anda.

3. Menitipkan ke penjual sayur

Menurut saya ini adalah langkah terakhir saat kebun anda sudah terlalu banyak sayur, namun belum juga laku. Pikirkan untuk segera menjualnya habis sebelum terlalu tua untuk dikonsumsi. Titipkan sayur anda ke penjual sayur, dan anda berbagi keuntungan bersama tukang sayur.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

2 Komentar

agung m · 18 Februari 2019 pada 07:20

ingin blajar hidropponik. smoga bermanfaat ulasannya.

    Ajib Roihan · 20 Februari 2019 pada 09:55

    amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Pelatihan Hidroponik 31 Maret 2019 Dismiss