Assalamualaikum Wr Wb sobat hidroponik semua. Sudah sampai mana nih pertumbuhan tanaman hidroponiknya?

Saya sangat suka sekali pada foto ini, cabe hidroponik sederhana dari ibu ina. Cabe hidroponik menggunakan PVC dan gelas mineral bekas. Kreatifitas ibu ina ini menjadikannya menanam cabe menjadi menyenangkan. Bagaimana menurut anda?

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang cara menanam cabe secara hidroponik. Cabe yang ditanam adalah biji cabe yang dijual di toko pertanian. Anda harus jeli dan melihat tanggal kadaluarsa benih cabe saat membeli ya! Berikut langkah-langkahnya.

Penyemaian Benih

Menanam cabe dari biji sebenarnya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah :

  1. Tray semai
  2. Metan (Media Tanam) = cocopeat (sabut kelapa), bisa diganti dengan tissue.
  3. Air
  4. biji cabe tidak ketinggalan.
  5. Lidi atau pincet untuk memasukkan biji ke media tanam.

Siapkan tray emai, dan masukkan cocopeat di atasnya sampai ketebalan 1 cm. Siramkan air ke seluruh cocopeat sampai basah namun air tidak sampai menggenang.

Sebar benih/ biji cabe sambil ditekan dengan lidi agar biji terbenam sedalam 0.5 cm dalam cocopeat basah. Letakkan persemaian biji cabe didalam ruangan saja, dan tidak perlu terkena sinar matahari.

Semprot dengan sprayer setiap pagi dan sore dengan air (tidak sampai terlalu basah) untuk melembabkan biji cabe. Tunas cabe akan muncul dan inilah pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat.

Setelah biji terbelah dan keluar tunas, segera jemur dibawah sinar matahari. Penyinaran yang baik tidak terhalang oleh pohon, akan lebih baik menghasilkan tunas cabe yang kuat. Sementara proses penyemprotan tetap berlangsung.

Pindah Tanam

Jika akar sudah terlihat keluar media tanam, daun sudah tumbuh sempurna menjadi daun sejati, inilah saatnya cabe dipindahkan ke media penanaman. Biasanya berumur 3 minggu, tergantung intensitas matahari.

Pindah tanam cabe dapat dengan polybag, hidroponik pipa PVC, bisa juga dengan ember dutch bucket. Semakin besar media untuk perakaran cabe, pertumbuhan akan semakin baik.

Media tanam dalam ember dutch bisa menggunakan hidroton, sekam bakar, atau potongan sabut kelapa. Begini skema dutch bucket.

Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi untuk cabe dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap vegetatif atau pertumbuhan daun, batang, dan akar. Yang kedua adalah tahap generatif, pertumbuhan bunga, buah, dan pemasakan buah.

Saat tahap pertama/ vegetatif menggunakan nutrisi untuk daun, dengan kadar 1200 ppm diukur dengan TDS meter. Jangan lupa menggunakan air dengan pH 6.

Tahap berikutnya saat bunga mulai muncul, ganti larutan nutrisi dengan nutrisi untuk pembuahan. Gunakan nutrisi ini sampai panen.

Naungan Plastik UV

Mengapa cabe perlu naungan plastik UV? Cabe sangat rentan sekali terserang oleh cendawan. Jika tanaman cabe terkena air hujan akan menjadi lembab dan terserang cendawan, dan mengakibatkan keriting daun.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

10 Komentar

Ahmad Fauzi · 9 Februari 2015 pada 18:43

ini yang aku cari, bagus n bermanfaat boys thanks

Ace Maxs31 · 10 Maret 2015 pada 11:05

mantap dah artikelnya kawan
http://acemaxs31.com/

agus riyanto · 18 Maret 2015 pada 11:29

terimakasih tipsnya, siap dicoba..
Blog Saya

Mohammad Taufik · 31 Maret 2015 pada 10:24

sangat bermanfaat.. terima kasih..

acc · 26 Agustus 2015 pada 17:11

Selamat sore< mohon maaf mau tanya Toko Pertanian di surabaya di mana ya yg lengkap ? Terutama untuk peralatan hidroponik dan pupuknya. Terima kasih

Heri Susanto · 4 September 2015 pada 13:52

thanks gan buat caranya… sangat membantu
http://www.apartemenjogja.net

satrian ramdona · 2 Oktober 2015 pada 20:01

Akar ngga apa2 kerendem air?

Arang Sekam Galesong · 16 Juli 2016 pada 22:30

Salam. Mohon maaf kami ingin ijin untuk berpromosi.
Bagi para pecinta tanaman,,,
kami Jual Arang Sekam Murah yang memberikan manfaat yg besar pada pertumbuhan tanaman. Arang Sekam sangat baik sebagai media tanam,

khususnya tabulampot karena bisa meningkatkan porositas media tanam/tanah.

Selain itu Arang sekam juga menjadi media tanam organik untuk

sistem hidroponik.
Jika berminat silahkan hubungi kami melalui FB: Workshop Arang Sekam

Galesong

Kang Hady · 13 Agustus 2016 pada 14:21

Adakah alternatif lain media tanam selain akar pakis?

Sarwendah Purwaningrum · 25 Agustus 2016 pada 13:56

bermanfaat sekali artikelnya. Kunjungi juga http://www.greenmommyshop.com yang menyediakan kosmetik organik dan aman untuk kesehatan karena free dari bahan kimia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Pelatihan Hidroponik 31 Maret 2019 Dismiss