Seperti yang kita semua tahu, sayuran adalah bahan yang sangat diperlukan dalam setiap makanan. Sayuran kita makan setiap hari dan merupakan makanan favorit bagi banyak orang, karena sayuran memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Yaitu serat, vitamin dan mineral yang tidak ditemukan dalam daging ikan.

Tapi sekarang sayuran kotor dan tidak sehat karena banyak yang mengandung stimulan, bio-pestisida, pengawet di pasar saat ini di Indonesia. Hal ini membuat banyak orang khawatir, sehingga kebutuhan untuk memiliki sayuran bersih, sehat dan aman banyak dibutuhkan setiap rumah tangga saat ini. Untuk mendapatkan sayuran yang bersih, sehat dan aman untuk keluarga dapat dilakukan hanya dengan lahan beberapa meter persegi, balkon rumah, atau teras atau bahkan di sudut kecil di rumah Anda bisa berkebun sayuran.

Budidaya sayuran memiliki banyak metode, termasuk 3 metode utama: pertanian (budidaya tanah), hidroponik dan aeroponik. Bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga, pilih metode yang tepat. Dalam artikel ini, kami hanya memandu budidaya Anda untuk berkebun menggunakan metode hidroponik.

Hidroponik adalah teknologi menanam sayuran tanpa tanah, tanaman hidup dalam keadaan lembab dan tergenang air. Biasanya dalam wadah secara langsung yang mengalir ataupun statis dengan bantuan larutan nutrisi hidroponik. Laruatan ini menyediakan air dan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Membuat hidroponik dengan menggunakan paralon untuk pemula adalah metode baru yang sangat ekonomis, efektif dan sangat cocok untuk di buat di halaman rumah.

Selain itu metode menanam sayuran hidroponik juga tidak membutuhkan tempat yang luas. Hidroponik dapat meminimalisir sayuran terkena hama, dan menghindari racun atau peptisida pada sayuran yang saat sayuran ditanam. Jadi dengan teknik hidroponik sayuran akan lebih aman dan sehat ketika dikonsumsi keluarga tercinta.

Karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk memulai menanam sayuran sendiri di rumah dengan membuat sayuran hidroponik menggunakan paralon.

1. Apa yang dimaksud metode penanaman sayuran hidroponik?

Metode menanam sayuran hidroponik merupakan teknik baru untuk menanam sayuran yang populer di kota-kota besar, di mana rumah tangga yang tidak memiliki terlalu banyak ruang untuk membangun kebun mereka sendiri yang luas untuk menanam aneka sayur-sayuran. Dengan metode hidroponik akan sangat menghemat area untuk menanam sayuran dengan menggunakan rak paralon untuk penanaman.

Ada 2 jenis teknik dasar metode menanam hidroponik yaitu :

1.Hidroponik bersirkulasi

Hidroponik bersirkulasi yaitu hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi air. Metode ini menggunakan mesin pompa air untuk memberikan sirkulasi air pada tanaman yang secara otomatis untuk mengairi sayuran di rak pertumbuhan.

Kekurangan dari sistem ini, karena air bersirkulasi terus menerus dapat menyebabkan pH air berubah-ubah maka harus sering dilakukan pengecekan pH air secara rutin.

2.Hidroponik non sirkulasi atau statis

Hidroponik non sirkulasi atau statis merupakan teknik penanaman hidroponik sekali pakai. Teknik ini, air nutrisi yang digunakan untuk menanam apabila terdapat kelebihan tidak akan didaur ulang dan langsung dibuang. Dengan teknik kedua ini Anda harus benar-benar memberikan nutrisi yang tepat saat menanam agar tidak boros dalam pemberian larutan nutrisi.

Secara umum, metode hidroponik sederhana, mudah tumbuh dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk perawatannya.

2. Cara Membuat Rak Hidroponik Dengan Menggunakan Paralon

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan banyak rumah tangga, pemasangan sistem hidroponik rumah juga sangat mudah dibuat. Jika Anda punya waktu, Anda dapat membuat sistem hidroponik yang kokoh dan cukup sederhana. Berikut adalah 3 tipe rak hidroponik untuk referensi Anda:

Rak hidroponik berbentuk A:

Rak untuk menanam sayuran hidroponik tipe ini sering digunakan karena lebih kokoh dan tidak makan banyak tempat. Misalnya, Anda bisa membuat model rak hidroponik dengan 8 paralon, maka Anda memerlukan rangka besi atau kayu berukuran 1,55 x 1,45 m, 8 paralon hidroponik, pompa air, tangki berkapasitas 30-40 liter. Langkah-langkah membuatnya meliputi: memasang rangka rak, memasang rangkaian besi atau kayu untuk menahan paralon dan memasang instalasi sirkulasi air untuk hidroponik dan selesai. Anda dapat menempatkan 8, 10 atau 12 paralon tergantung kebutuhan Anda.

Rak hidroponik disusun vertikal :

Model ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada rumah dengan lahan yang terbatas. Cara memasangnya tidak terlalu sulit, Anda membutuhkan tiang penyangga dengan ketinggian sekitar 2 meter dan dengan panjang yang sama, pipa paralon disusun secara vertikal dengan cara digantung menggunakan kawat penyangga atau tali yang kuat, dan buat instalasi untuk aliran atau sirkuliasi air dari tangki atau bak penampung di bagian bawah dan juga buat lubang menggunakan bor di setiap paralon untuk menaruh pot tanaman hidroponiknya.

Rak hidroponik disusun horisontal:

Pilihan desain hidroponik ini dikhususkan bagi Anda yang memiliki halaman atau teras rumah yang relatif besar dan luas, serta menginginkan berkebun sayuran sayuran hidroponik dengan jumlah yang banyak. Alat yang harus dipersiapkan seperti rangka besi atau kayu, paralon, pompa air, wadah penampung air, dan pot tanaman. Kemudian buat rangkaian berbaris baris secara horisontal paralonnya dan buat instalasi untuk sirkulasi air yang berasal dari wadah penampung air berisi larutan nutrisi ke seluruh rangkaian dan kembali ke wadah penampung lagi dan jangan lupa untuk menambahkan lubah di setiap peralon menggunakan bor untuk menempatkan pot tanamannya.

3. Alat dan bahan untuk menanam sayuran hidroponik

Untuk melakukan budidaya sayuran dengan metode hidroponik, setelah membuat rak hidroponik seperti di atas, kita perlu terus menyiapkan alat dan bahan dasar sebagai berikut:

  • Rockwoll digunakan untuk memberi makan bibit tanaman dan membantu pohon tumbuh dengan baik selama pertumbuhan dan perkembangan.
  • Larutan nutrisi khusus hidroponik adalah larutan nutrisi yang dibuat khusus menanam tanaman dengan sistem hidroponik mudah dibeli di pasaran saat ini baik di toko pertanian atau di toko online sekarang sudah banyak orang yang menjualnya.
  • Serabut atau serat kelapa, bibit atau benih sayuran yang akan ditanam.
  • pH meter untuk mengukur kandungan pH dalam larutan dan TDS meter untuk mengukur kandungan padatan terlarut dalam air.

4. Cara pembibitan dan perawatan sayuran hidroponik

Pembibitan :

  1. Pertama, Anda perlu merendam benih sebelum menaburkannya, dibutuhkan 1-2 jam perendaman benih dalam air hangat. Masukkan media tanam rockwoll ke dalam keranjang plastik, siram dengan air secukupnya dan mulailah menabur benih.
  2. Penyiraman 1-2 kali sehari, terus menerus cukup melembabkan sampai tanaman mulai berkecambah dan tumbuh. Ketika bibit menghasilkan 2-3 daun, tanaman dapat diletakkan di sistem hidroponik.

Proses perawatan:

  1. Pompa air ke dalam rangkaian yang telah dibuat sebelum memasukkan bibit ke dalam sistem hidroponik yang bersirkulasi. Gunakan pompa 2 arah untuk mendorong larutan nutrisi masuk ke setiap paralon. Larutan nutrisi dari tangki akan mengalir melalui sistem saluran yang telah dibuat dan memberikan nutrisi ke tanaman. Ketika larutan nutrisi dalam tangki terlalu sedikit Anda harus mengaturnya dengan menganti pompa air karena kurang besar tenaganya atau mendorong air dari pralon ke pralon terlebih dahulu secara manual agar sirkulasi air lancar.
  2. Setelah memasukkan pohon ke dalam sistem hidroponik selama sekitar 5 hari, lanjutkan memangkas pohon. Tujuannya adalah untuk menghilangkan pohon-pohon hama dan menghilangkan pohon-pohon yang tumbuh kerdil atau tidak normal. Dalam proses perawatan, Anda juga perlu menyiangi dan memonitor hama secara teratur untuk mencegahnya tepat waktu.
  3. Setiap musim tanam baru, Anda perlu menambah nutrisi 3 kali, khususnya: pada 10 hari, 15 hari dan 20 hari sejak tanaman dimasukkan ke dalam wadah tangki air. Catatan, 10 hari sebelum panen, sama sekali tidak menambahkan larutan nutrisi. Setiap jenis sayuran membutuhkan nutrisi sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda, jadi Anda perlu memahami dengan cermat informasi setiap jenis sayuran yang Anda tanam untuk menambahkan nutrisi dengan tepat.

5. Sayuran yang Mudah ditanam dengan sistem Hidroponik

Metode menanam sayuran hidroponik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Keuntungan dari metode ini adalah bahwa tanpa tanah masih dapat menanam sayuran, menghasilkan panen yang lebih cepat dan banyak, memastikan sayuran tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang bersih dan aman dari hama.

Berikut adalah beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam dengan metode budidaya sayuran hidroponik yang dapat Anda buat sendiri dengan teknik pembuatan rak dan penanaman seperti yang kita jelaskan sebelumnya.

1.Kangkung

Kangkung adalah sayuran yang sangat populer dan sering dimasak oleh setiap keluarga. Tidak hanya mudah diproses, kangkung juga sangat mudah tumbuh dan dibudidayakan. Kangkung juga salah satu sayuran yang paling mudah ditanam dibanding sayuran hidroponik lainnya.

Saat menanam kangkung air dengan metode hidroponik, Anda harus merendam benih dalam air hangat selama 3-6 jam, kemudian menginkubasi benih dan menjaganya tetap lembab di malam hari. Setelah biji berkecambah, pindahkan ke pot hidroponik untuk perawatan selanjutnya.

Waktu untuk menanam kangkung mulai dari pembenihan hingga panen membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari.

2. Selada

Selada adalah sayuran yang mengandung banyak vitamin C dan serat, sehingga baik untuk tubuh. Ini juga salah satu sayuran yang paling cocok untuk metode penanaman hidroponik.

Selada bisa ditanam sepanjang tahun. Namun, dalam bulan-bulan dengan iklim dingin, produktivitas selada mungkin lebih baik. Waktu pertumbuhan selada yang normal adalah sekitar 40-60 hari tergantung pada jenisnya.

3. Bayam

Bayam adalah sayuran dengan banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Secara khusus, bayam memiliki kemampuan untuk melawan kanker, membatasi obesitas, dan memperkuat tulang.

Budidaya bayam menggunakan metode hidroponik akan membantu sayuran tumbuh lebih cepat, dan membatasi hama.

4. Pokcoy

Pokcoy adalah salah satu sayuran yang paling populer dibuat untuk menjadi olahan masakan. Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, Pokcoy juga dikenal karena efeknya yang bermanfaat bagi kesehatan seperti: menyembuhkan batuk, sembelit, mencegah wasir, kanker usus besar dan kanker hati.

Seperti beberapa sayuran lain, Pokcoy adalah tanaman yang menyukai cuaca dingin dan seringkali Pokcoy akan cocok dan lebih bagus tumbuh saat musim dingin atau hujan.

5. Brokoli

Brokolo juga merupakan salah satu sayuran yang sangat cocok untuk budidaya sayuran hidroponik. Menurut penelitian, Brokoli mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia seperti: vitamin A, vitamin B, asam nikotat, katoda, C, K, dan abumin.

Kategori: Hidroponik pemula

Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.