Apakah Anda sedang mencari Jenis Tanaman Hidroponik Untuk Pemula? Jika benar, maka Anda harus mencoba menanam berbagai macam sayur-sayuran dengan sistem hidroponik di rumah.

Metode menanam sayuran hidroponik adalah solusi industri pertanian yang modern. Ini adalah metode yang cocok untuk diterapkan bagi Anda yang ingin menanam sayuran sendiri di rumah tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Berikut adalah beberapa sayuran atau tanaman hidroponik untuk pemula yang mudah tumbuh.

Jenis Tanaman Hidroponik Untuk Pemula

Silahkan Anda pilih beberapa jenis sayuran di bawah ini yang mungkin akan Anda coba tanam dengan skala kecil terlebih dahulu di halaman atau teras rumah. Ketika Anda sudah berhasil membudidayakan beberapa sayuran di bawah ini. Maka Anda bisa melanjutkan budidaya dengan skala yang lebih besar untuk dijual di pasar, super market atau ke pedagang sayuran.

Jadi selain Anda menyalurkan hobi untuk berkebun, Anda juga dapat menghasilkan keuntungan yang cukup banyak hanya dari menanam tanaman dan sayuran hidroponik di rumah loh. Jadi jangan sia-siakan waktu luang Anda di rumah untuk sesuatu yang tidak penting dan tidak menguntungkan. Silahkan simak beberapa jenis sayuran yang mudah ditanam dengan sistem hidroponik berikut ini.

1. Selada

Selada adalah sayuran yang paling populer untuk diolah menjadi berbagai makanan dan masakan. Permintaan sayuran selada sangat besar; oleh karena itu, selada menjadi salah satu sayuran yang banyak dipilih oleh petani untuk ditanam. Menanam sayuran selada dengan metode hidroponik juga cukup sederhana dan mudah. Dengan teknologi penanaman sayuran hidroponik sekala besar, setiap hektar dapat mencapai hasil hingga 60-100 ton / tanaman; untung dari menanam tanaman ini bisa sekitar 500 juta / ha / panen.

Selada memiliki banyak nutrisi dan mineral. Dalam 100g, salad menyediakan 14 kkal, 0,2 g lipid, 2,9 g karbohidrat, 1,4 g protein; dan banyak mineral lainnya seperti Sodium, Kalium, Besi, Magnesium, Kalsium, Vitamin A, C, D, B12. Waktu pertumbuhan selada yang normal adalah sekitar 40-60 hari tergantung pada jenisnya. Dengan teknologi penanaman sayuran hidroponik, panen selada hanya 24 – 30 hari.

2. Kangkung

Kangkung adalah sayuran berdaun populer di Indonesia dan sayuran ini merupakan salah satu sayuran yang paling sering dimasak setiap rumah tangga setiap harinya. Kangkung adalah tanaman semi-akuatik tropis. Air menyumbang 92% dari berat kangkung, jadi menanam kangkung dengan metode hidroponik sangat cocok dan mudah. Selain itu, ada 2,5% glutin, 1% selulosa, 1,3% abu dalam kandungan kangkung. Kandungan garam mineral dan vitamin dalam kangkung juga sangat tinggi: kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, B1, PP, B2.

Menurut metode tradisional, kangkung air mudah tumbuh dari bulan Februari hingga Mei, dengan metode penanaman hidroponik, Anda dapat menanamnya sepanjang tahun. Waktu tanam sekitar 20-25 hari.

3. Bayam

Bayam ditanam menggunakan metode hidroponik akan lebih rasanya akan lebih enak karena tidak akan berbau tanah, seperti bayam yang ditanam di tanah. Bayam juga merupakan sayuran yang tingkat permintaan tinggi, jadi menanam sayuran ini selain dikonsumsi sendiri juga sangat bagus untuk dijual ke pasar.

Bayam yang menggunakan metode budidaya sayuran hidroponik dapat membantu hasil dan kualitas sayuran sangat baik, sementara itu tingkat permintaan sayur bayam di pasar juga sangat tinggi.

Bayam baik untuk kesehatan karena mengandung banyak vitamin esensial seperti A, K, D, E. Juga dalam bayam mengandung asam lemak nabati, baik untuk tubuh. Ini juga merupakan agen anti-kanker (prostat) dan anti-inflamasi; Pelindung mata, membantu menguatkan tulang. Namun, perlu diperhatikan bahwa bayam tidak cocok untuk penderita batu ginjal atau masalah ginjal karena mengandung asam oksalat.

4. Daun bawang

Daun bawang bisa tumbuh dengan baik ketika ditanam dengan metode hidroponik. Tingkat permintaan daun bawang di pasar juga sangat besar. Jadi ini adalah sayuran yang juga memiliki potensi bagus ketika ditanam dengan metode hidroponik yang bisa cepat panen.

5. Kale

Kale merupakan sayuran yang cocok untuk dibudidaya menggunakan sistem hidroponik.

Kale memiliki banyak manfaat kesehatan yang baik seperti:

  • Mencegah kanker. Kale mengandung maempferol – adalah antioksidan yang mencegah kanker ovarium pada wanita
  • Memiliki efek toksik. Kale membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memulihkan energi.
  • Anti-obesitas, penurunan berat badan yang efektif. Kale tinggi serat, rendah lemak, rasio kalori sangat rendah, adalah sayuran yang bagus untuk orang yang mengalami obesitas atau ingin menurunkan berat badan secara efektif
  • Anti-osteoporosis. Kandungan kalsium kangkung bahkan lebih tinggi dalam susu segar; Selain itu, kaya akan vitamin D, membuat tulang kuat dan sehat untuk anak-anak dan orang tua.

6. Daun Katuk

Daun katuk yang ditanam dengan metode hidroponik akan tumbuh dengan cepat dan memiliki kulitas daun dengan rasa yang lezat. Pohon katuk adalah pohon yang ditanam untuk diambil daunnya, dan sering digunakan untuk memasak sup. Namun, dalam pengobatan tradisional, baik akar dan daun memiliki efek detoksifikasi darah, pendinginan dan diuretik. Namun, akar sayuran memiliki kegunaan sebagai obat ketika sudah ditanam selama 2 tahun.

7. Bayam merah

Waktu panen bayam merah relatif cepat, hanya sekitar 25-30 hari, sayuran ini dapat dipanen. Dengan metode budidaya sayuran hidroponik, panen bisa lebih cepat dan menghasilkan kualitas yang lebih bagus. Bayam merah adalah sayuran yang dikenal dalam makanan keluarga Indonesia. Ini menyediakan banyak zat besi, vitamin B2, vitamin C. Selain itu, bayam juga sangat protein dan pati.

Bayam merah juga merupakan obat tradisional. Bayam merah memiliki efek menurunkan panas dan diuretik; menyembuhkan sembelit, sakit kepala, pusing; mengobati gigitan kelabang, sengatan lebah, dan mengobati jerawat.

8. Sawi hijau

Sawi hijau adalah sayuran berdaun populer di negara kita, sangat populer untuk memasak sup. Biasanya, waktu untuk menanam dan memanen sawi hijau berkisar antara 40-45 hari. Dengan metode budidaya sayuran hidroponik, waktu panen akan lebih cepat dan memberikan hasil panan yang banyak.

Sawi hijau mengandung banyak vitamin A, B, C, K, abumin yang sangat baik untuk tubuh; berfungsi untuk mencegah penyakit seperti pilek, batuk berdahak, mati rasa, sakit tenggorokan, dan jerawat.

9. Wortel

Wortel sering digunakan untuk memasak dan sangat baik untuk kesehatan. Menanam wortel dengan sistem hidroponik tidak terlalu sulit. Karena akan menghasilkan panen yang lebih banyak dan panen lebih cepat. Permintaan akan konsumsi wortel sangat tinggi sehingga penerapan sistem hidroponik untuk menumbuhkan wortel akan mendatangkan untung besar.

10. Pokcoy

Pokcoy bukan sayuran asli Indonesia, sayuran ini berasal dari Cina, dan India. Pokcoy bisa ditanam sepanjang tahun, sehingga akan lebih mudah diterapkan dengan metode budidaya sayuran hidroponik. Di Indonesia, Pokcoy sangat populer untuk olahan makan keluarga seperti tumis pokcoy, atau dibuat sup.

Pokcoy sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk kesehatan hati. Sayuran ini mengandung aibumin, asam pamic, vitamin B1, kobalt, yodium. Selain itu, makan banyak kol membantu mencegah kanker hati, kanker usus besar, dan wasir.

11. Daun shiso

Daun shiso adalah sayuran yang digunakan sebagai bumbu atau dimakan mentah. Dalam pengobatan tradisional, bagian lain dari perilla seperti batang, akar dan biji untuk digunakan sebagai obat; membantu mengobati masuk angin, sakit, dan asma . Mengolah Daun shiso dengan metode penanaman hidroponik membantu meningkatkan produktivitas dan lebih banyak hasil panennya.

12. Bawang Bombay

Budidaya bawang Bombay dengan metode hidroponik dapat menghasilkan banyak hasil panen, dan peluang untuk dijual juga sangat bagus, karena tingkat permintaan bawang Bombay dipasaran sanga tinggi.

Bawang Bombay memiliki banyak manfaat kesehatan dan penyembuhan:

  • Antibakteri. Bawang Bombay memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri menular; bahkan bakteri menyebabkan diare dan kolera E. coli dan Salmonella.
  • Antiinflamasi. Ini membatasi aktivitas leukosit yang menyebabkan reaksi peradangan. Selain itu, bawang bombay memiliki antioksidan antioksidan yang membantu mengurangi peradangan.
  • Anti-penuaan. Dalam bawang bombay memiliki antioksidan kuat yang membantu melawan penuaan kulit dan rambut.
  • Osteoporosis. Bawang Bombay baik untuk tulang, terutama pada wanita lansia.
  • Pengobatan tekanan darah tinggi. Bawang Bombay mengandung xenton membantu mengobati tekanan darah tinggi.
  • Pencegahan kanker. Frukto-oligosakarida dalam bawang bombay bagus untuk bakteri di usus besar, mencegah risiko kanker usus besar.
  • Anti-diabetes: Bawang bombay mengandung kromium untuk membantu mengurangi gula darah, mengurangi kadar insulin, meningkatkan kualitas glukosa yang diserap ke dalam tubuh.

13. Tomat

Tomat menggunakan metode budidaya sayuran hidroponik untuk tumbuh sangat baik. Hasil dan kualitas tomat hidroponik sangat menguntungkan. Tomat bisa tumbuh sepanjang tahun. Namun, area budidaya tomat hidroponik di negara kita masih terbatas. Karena itu berkebun tomat dengan metode hidroponik akan sangat bagus juga untuk bisnis dan dijual.

Sumber : theseedsmaster

14. Kemangi

Kemangi adalah sayuran yang digunakan sebagai bumbu dan populer di negara kita dan dunia. Kemangi cukup mudah tumbuh, baik metode hidroponik atau maupun metode penanaman di tanah. Menanam kemangi dengan metode hidroponik membuat rasanya lebih enak. Kemangi juga merupakan bahan baku untuk penyulingan minyak esensial.

Budidaya kemangi hidroponik mudah tumbuh dan bisa menjadi skala industri untuk menghasilkan minyak esensial. Kemangi juga merupakan obat untuk membantu mengurangi demam, mengobati sakit perut, gangguan pencernaan dan kerusakan gigi.

16. Seledri

Menanam Seledri menggunakan metode menanam sayuran hidroponik yang sangat cocok, hasil panen yang melimpah dan dapat ditanam sepanjang tahun. Seledri mengandung 90,5% air; selain itu, selulosa dan mineral lainnya seperti magnesium, mangan, besi, seng, yodium; dan vitamin P, cholin, dan glutamic. Dalam seledri juga mengandung minyak esensial.

Seledri memiliki efek mendinginkan tubuh dan mengurangi batuk. Sayuran ini juga dapat membantu mengurangi kolesterol darah dan tekanan darah. Seledri tumis dengan daging sapi adalah hidangan yang baik untuk penderita anemia.

17. Mentimun

Mirip dengan wortel, mentimun juga sayuran dengan permintaan konsumsi tinggi, keuntungan berkebun timun sangat besar. Menanam mentimun dengan hidroponik akan membantu hasil panen lebih banyak dan kualitas mentimun lebih baik.

Itulah tadi beberapa jenis tanaman hidroponik untuk pemula ketika ingin belajar menanam sayur-sayuran sendiri di rumah untuk keluarga tercinta, atau juga dijadikan sebagai bisnis yang menjanjikan jika Anda memiliki lahan yang luas untuk berkebun dengan metode hidroponik.


Ajib Roihan

Belajar berkebun, dan belajar menulis di Kebun Hidroponik Store, Kebun Hidrafarm, dan Desain Rumah Interistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.