Tanpa Aerasi, Tanaman Mudah Layu

Aerasi itu apa?

Aerasi adalah proses pemberian oksigen ke dalam tanah. Biasanya aerasi dilakukan dengan cara menusuk-nusuk tanah untuk memungkinkan penetrasi air yang lebih baik dan untuk memperkenalkan lebih banyak oksigen ke dalam tanah.

Pada budidaya hidroponik dengan sistem NFT dengan aliran yang sangat tipis sangat memungkinkan sekali air nutrisi berhubungan langsung dengan oksigen. Biasanya sistem hidroponik lebih baik aerasinya dibandingkan dengan menanam di dalam polybag atau pot.

Ketika dilakukan di luar ruangan, aerasi paling sering dilakukan dengan peralatan manual atau mekanik membalik-balikkan tanah, atau hanya dengan menusuk tanah dengan paku. Untuk berkebun dalam ruangan, tujuannya sama, tetapi proses aerasi yang dicapai agak berbeda. Dalam kebanyakan kasus, komposisi tanah yang sebenarnya disesuaikan untuk mendapatkan lebih banyak oksigenasi dan penyerapan air.

Aerasi juga bisa dikenal sebagai aerasi tanah atau oksigenasi. Di dalam hidroponik aerasi juga bisa dikenal sebagai pemberian oksigen ke dalam larutan nutrisi. teknik pemberian oksigen ini bisa dengan menggunakan aerator atau dengan mengalirkan air sirkulasi. Sirkulasi air memungkinkan air bersentuhan banyak dengan oksigen di udara. banyak oksigen artinya banyak air yang dapat diserap oleh akar.

Kendala yang dialami dengan metode hidroponik Biasanya air yang hangat karena terkena sinar matahari mengakibatkan kandungan oksigen di dalam larutan berkurang. Hal ini menyebabkan akar tanaman sukar menyerap air dan seringkali tanaman menjadi layu.

Aerasi adalah bagian penting dari berkebun secara konvensional. Untuk tumbuh dan berkembang, tanaman harus mengambil sejumlah nutrisi dari tanah tempat mereka tumbuh. Nutrisi ini larut dalam apa yang disebut larutan tanah – campuran air dan tanah yang mengelilingi akar tanaman. Tanah harus menyerap dan menahan air, dan aerasi membantu tanah menyerap lebih banyak air.

Jika anda berkebun dengan menggunakan polybag atau pot Anda bisa menggunakan media tanam seperti hidroton, cocopeat, sekam bakar, pecahan batu bata, atau campuran tanah dengan pasir. fungsi dari media tanam tersebut di atas adalah memberikan rongga udara yang cukup untuk aerasi akar tanaman.

Media tanam yang terbaik dari beberapa yang disebutkan diatas adalah hidroton yang berbentuk bulat. bentuk bulat ini memungkinkan banyak sekali rongga rongga udara di dalam sistem perakaran di dalam polybag atau pot.

Sistem hidroponik yang baik dapat dilihat dari tanaman yang ditanam saat melewati cuaca yang sangat panas. Jika tanaman sistem aerasi yang kurang baik biasanya tanaman cenderung layu saat siang hari, sedangkan sistem hidroponik yang baik mampu mendukung pertumbuhan sayuran yang kuat dan mampu melewati cuaca panas saat siang terik.

Kadar oksigen di dalam air sangat bergantung sekali dengan suku air dalam sistem hidroponik. biasanya tandon untuk sistem hidroponik ditanam di dalam tanah dengan tujuan agar suhu larutan nutrisi tetap dingin. Suhu yang dingin ini artinya banyak Oksigen yang terdapat di dalam larutan nutrisi. Para pengembang hidroponik selalu memperhatikan agar tanaman tetap terkena sinar matahari namun larutan nutrisi tetap dingin, ini adalah 2 hal yang harus benar-benar diperhatikan.

Share ke teman anda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *