Tanaman Hidroponik. Bukan Hanya Menanam, tapi Hasil Maksimal.

Tanaman hidroponik bukan hanya sekedar menanam dengan media larutan nutrisi di dalam air, namun tanaman hidroponik ini ditujukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan area tanam yang sedikit.

Terkadang di area tanam yang sedikit menghasilkan panen yang sama jumlahnya dengan menanam secara konvensional, akan tetapi kecepatannya jauh berbeda. Bisa dibandingkan jika menanam secara konvensional dalam 3 bulan panen dau kali, maka dengan hidroponik dalam 3 bulan bisa panen tiga kali.

Tanaman hidroponik mengacu pada hasil yang ditumbuhkan (diproduksi) di kebun hidroponik. Istilah tanaman hidroponik juga dapat merujuk ke jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah menggunakan hidroponik. Selada, tomat, cabai, kacang-kacangan, dan mentimun, misalnya, adalah tanaman hidroponik yang cocok.

Tanaman hidroponik sebagian besar termasuk tanaman pangan dan sedikit tanaman hias seperti bunga, tetapi banyak petani hidroponik yang mulai menanam bunga di samping tanaman pangan yang dapat dimakan.

Berkebun hidroponik tidak seperti jenis berkebun lainnya. Dalam metode ini, tanaman ditanam tanpa tanah dan secara konstan diberi larutan nutrisi yang dipompa dari tangki (reservoir) dan terus didaur ulang di seluruh sistem.

Tanaman yang ditanam di kebun hidroponik biasanya ditanam di nampan yang sedikit miring untuk memungkinkan larutan nutrisi mengalir kembali ke tangki penahan melalui gravitasi. Tanaman, yang tumbuh tanpa tanah, berlabuh di nampan dengan bahan inert seperti tanah liat, pasir, rockwool, atau sabut kelapa.

Tanaman hidroponik harus dimonitor dan dipangkas secara khusus untuk menghasilkan hasil yang tinggi. Hasil tanaman hidroponik dapat mencapai 100 kali lebih tinggi daripada tanaman yang ditanam secara konvensional, ketika hal-hal seperti sistem vertikal dan pertanian lingkungan yang terkendali diperhitungkan.

Tanaman hidroponik adalah varietas yang tidak membutuhkan banyak ruang dan tidak perlu waktu terlalu lama untuk tumbuh.

Selada, tomat, dan kacang-kacangan adalah tanaman hidroponik yang sangat baik, begitu juga labu, melon, mentimun, dan daun bawang. Tanaman seperti jagung atau gandum, yang membutuhkan banyak area untuk menghasilkan, tidak praktis untuk ditanam di kebun atau sistem hidroponik.

Wortel juga tidak cocok untuk hidroponik karena membutuhkan tempat tumbuh yang dalam.

Hasil tanaman hidroponik lebih bersih dan cenderung tidak mengandung kontaminan atau pestisida. Karena kebun hidroponik paling sering ditanam di dalam greenhouse,  dan tidak dikenai polutan atau hama yang sama dari kebun atau ladang konvensional.

Tanaman hidroponik diperlukan biaya yang besar untuk membangun sebuah kebun yang tertutup di dalam green house. Namun tanaman hidroponik ini memerlukan sedikit tenaga kerja untuk perawatan setiap harinya. Setelah tanaman panen, lubang tanam siap diisi kembali dengan tanaman yang baru dan tidak memerlukan penyiapan lahan yang begitu menyita waktu dan tenaga.

Permintaan pasar yang semakin menginginkan produk yang baik dan besar, menjadikan hidroponik sebagai pilihan untuk perkebunan atau pertanian dalam rangka menyediakan sayuran dengan hasil yang maksimal.

Tomat yang dihasilkan dari kebun hidroponik lebih besar lebih tahan penyakit dan bentuknya mulus terhindar dari gigitan gigitan serangga. Begitu juga sayuran seperti pakcoy dan selada hasilnya bagus tidak ada bercak hitam bekas gigitan serangga dan hasilnya sangat cantik dan memuaskan.

Sayuran hidroponik juga mempunyai kelebihan tahan terhadap waktu. Jika disimpan di dalam lemari pendingin, sayuran hidroponik jauh lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara konvensional.

Share ke teman anda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.