085-231-555-441
0282-494796

Panduan Berkebun Tomat dengan Polybag (bagian 2)

Salam hangat hidroponikers di seluruh Indonesia. Semoga tanaman hidroponik yang anda tanam menghasilkan panen yang bermanfaat bagi orang banyak. Pada kesempatan terdahulu, kami sempat memberikan panduan menanam tomat di polybag. Nah! Pada kesempatan kali ini kami akan melanjutkan artikel sebelumnya.

Pada panduan menanam tomat di polybag bagian pertama, telah diberikan penjelasan cara menyemai benih tomat dengan benar. Selanjutnya adalah proses menanam tomat dengan polybag menggunakan sistem fertigasi.

PERSIAPAN MENANAM

  • Media cocopeat dan arang sekam dimasukkan ke dalam polybag, pot, atau plastic gelap.
  • Biasanya polybag yang digunakan adalah ukuran 35 x 40
  • Media yang sudah dimasukkan ke dalam polybag diatur rapi di dalam screen house, atau green house.
  • Tiap polybag diatur jaraknya sekitar 50-60 cm.
  • Setelah itu media disiram atau dibasahi dengan larutan nutrisi 1000 ppm dan pH 5,5 sampai media terlihat basah.
  • Setelah media basah dengan air nutrisi, tanaman yang sudah disemai siap dipindahkan ke polybag di bawah screen house.
  • Proses pemindahan ini dilakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tomat tidak rusak atau putus.

11386432_1605384409739840_1214567068_n

PEMELIHARAAN

Penyiraman dan Pemupukan secara Fertigasi

Tanaman tomat dengan fertigasi memudahkan dalam penyiraman dan pemupukan. Fertigasi pada tomat bias dilakukan dengan system irigasi tetes atau secara manual. Fertigasi dengan irigasi tetes merupakan teknik terbaik yang mampu mengairi dan memberikan pupuk secara merata pada semua tanaman. Keuntungan lain dari fertigasi ini adalah menghemat tenaga dan waktu.

Berikut merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menanam tomat secara fertigasi:

  1. Air yang digunakan berasala dari sumber yang bersih dan bebas dari penyakit. Bisa menggunakan air sumur atau air hujan.
  2. Pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, selain itu pupuk juga harus dapat larut sempurna di dalam air. Tidak disarankan menggunakan pupuk yang tidak larut sempurna dalam air.
  3. Waktu penyiraman, jumlah nutrisi yang disiramkan, serta frekuensi.
  4. Media tanam yang digunakan merupakan media yang mampu menyerap dan menyimpan air nutrisi dalam waktu yang lama.

ferti tomat

Pewiwilan

Untuk menghasilkan buah tomat yang berkualitas, perlu dilakukan teknik pemotongan tunas maupun daun yang sudah tua. Pemotongan ini disebut sebagai pewiwilan. Tujuan dari pewiwilan ini adalah agar nutrisi yang diserap tanaman terpusat pada batang utama.

DSC02152web pruning

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama merupakan bagian dari pertanian yang perlu diberi perhatian khusus. Hama pada tanaman tomat bias terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh sebab itu, perlu pengawasan setiap saat terhadap tanaman tomat. Pengawasan ini bias dimonitor daun, batang, buah, ataupun akar tanaman tomat. Petani perlu mengetahui serangan hama apa yang terjadi, seberapa parah serangan hama tersebut, tindakan apa yang seharusnya dilakukan, dan kapan akan dilakukan pengendalian.

Hama penyakit yang sering menyerang tanaman tomat adalah ulat buah, virus, kutu kebul (white play), layu bakteri, layu fusarium, busuk daun, powdery meldew, kekurangan unsure hara, dsb.
Pencegahan dan Pengendalian hama tersebut dapat dilakukan dengan cara:

  • Membersihkan gulma yang ada di sekitar tanaman dan membuang jauh dari lokasi, jika perlu dilakukan pembakaran.
  • Screen house secara berkala diberikan sterilisasi dengan formalin, pestisida, dan Lysol. Biasanya dilakukan pada awal musim tanam.

PEMANENAN

Setelah tomat berumur 10 minggu, tomat biasanya sudah mulai dipanen. Tomat yang dipanen adalah tomat yang memiliki ΒΌ bagian warna merah. Panen biasanya dilakukan 2 hari sekali sampai umur 16 minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *