Hidroponik DFT, Cara Menanam Hidroponik Sederhana dan Mudah

Definisi dan Kelebihan Deep Flow Technique (DFT) Hidroponik

DFT adalah jenis berkebun hidroponik di mana tanaman ditanam di tempat air dangkal, dan larutan nutrisi terus mengalir di sekitar akar tanaman. Sistem ini ideal untuk tanaman tanpa sistem akar yang dalam, dan tanaman yang memiliki siklus tumbuh cepat. Seperti selada, sawi, pakcoy, dll.

Teknik ini banyak sekali disukai oleh penggemar hidroponik karena mempunyai banyak keunggulan. Dari pembuatannya bisa menggunakan pipa pvc bulat yang dapat ditemukan bahan bakunya di manapun. Selain itu Teknik ini memungkinkan adanya sisa genangan air saat listrik PLN padam. Sehingga untuk daerah yang sering terjadi pemadaman listrik PLN tanaman menggunakan teknik ini membuat air di dalam pvc tetap ada untuk mensuplai nutrisi ke akar tanaman.

Sangat berbeda dengan sistem NFT di mana air yang dialirkan pada sistem perakaran dibuat sangat tipis dan apabila listrik padam pada siang hari air pun akan habis dari sistem perakaran. Sehingga menyebabkan tanaman kekurangan air saat listrik padam dan otomatis akan layu semua tanamannya.

Kekurangan DFT Hidroponik.

Bukan berarti sistem DFT juga selalu menguntungkan. Sistem DFT memang memudahkan berkebun hidroponik saat listrik padam namun genangan air yang ada di dalam saluran pvc atau saluran tanaman hidroponik apabila terkena sinar matahari yang terlalu lama menyebabkan air menjadi hangat. Air hangat inilah sumber dari tumbuhnya jamur yang tumbuh dengan cepat saat kondisi air hangat. jamur ini akan menempel pada akar tanaman sehingga menyebabkan sistem perakaran tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Akibat dari akar yang dihinggapi oleh jamur adalah sistem perakaran menjadi busuk atau biasa orang-orang menyebutnya busuk akar.

Jika Anda menggunakan teknik ini dalam menanam hidroponik sebaiknya tempat penampungan air atau Tandon ditanam di dalam tanah. Tandon yang ditanam di dalam tanah akan menjaga suhu air nutrisi Tetap dingin. Karena peredaran air pada sistem ini memungkinkan sekali air menjadi hangat sehingga harus diimbangi pendinginan atau penurunan suhu saat air masuk ke dalam Tandon.

DFT biasanya digunakan dalam tanaman air untuk memastikan bahwa tanaman menerima nutrisi yang cukup. Sering digunakan dalam lingkungan yang tergenang, basah, hangat. DFT telah terbukti sangat bermanfaat bagi tanaman selada air, padi, dan tanaman hortikultura. Teknik ini juga digunakan di daerah di mana tidak mungkin atau sulit untuk menanam sayuran segar dan berdaun.

Berikut adalah beberapa odel DFT untuk menanam sayuran hidroponik

Deep Flow Technique (DFT)

DFT memungkinkan pekebun menanam tanaman tanpa tanah. Teknik ini sangat bergantung pada aerasi dan larutan nutrisi, yang memastikan bahwa tanaman menerima oksigen dan nutrisi yang tepat. DFT juga membantu dalam mempertahankan suhu yang memadai agar tanaman tumbuh dan berkembang. Dalam beberapa kasus, pipa pipa PVC digunakan untuk membangun sistem ini.

Dalam sistem DFT, sebagian besar petani memilih untuk menggunakan kedalaman sekitar 2-3 inci larutan nutrisi, yang diedarkan di sekitar akar tanaman menggunakan pompa atau aliran miring dengan bantuan gravitasi.

Tanaman aromatik seperti kemangi, basil, dan cilantro biasanya ditanam menggunakan DFT karena metode ini telah terbukti sangat berguna dalam mendistribusikan nutrisi penting seperti kalsium dan kalium.
Teknik deep flow hidroponik adalah variasi dari pasang surut dan sistem aliran, serta deep water culture (DWC). Dalam DWC akar tanaman terus terendam dalam larutan nutrisi. Solusinya tidak pernah berbunga jauh dari akarnya.

Share ke teman anda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.