085-231-555-441
0282-494796

Cara Praktis Berkebun Hidroponik di Rumah

Tulisan cara praktis berkebun hidroponik di rumah ini saya buat berdasarkan pengalaman saya berkebun hidroponik di rumah, dan saya sekarang berusaha untuk mempublikasikan hasil pengalaman saya berkebun hidroponik di rumah. Saya berharap tulisan ini bisa membantu anda untuk memulai berkebun hidroponik.

Pengetahuan Dasar:

Pada dasarnya, hidroponik adalah menanam tanpa menggunakan media tanah yang umum digunakan. Hidroponik menggunakan media yang banyak mengandung air nutrisi. Media yang digunakan biasanya mulai dari yang berserat seperti rockwool, sekam bakar (arang sekam) dan cocopeat, atau bisa juga mengunakan media bola-bola tanah liat hydroton. Hidroponik juga terkadang tanpa menggunakan media sama sekali. Hidroponik juga mempunyai beberapa cabang, yaitu aeroponik (menggunakan media tanam udara), aquaponik, dll.

Bagaimana Cara Memulai Berkebun Hidroponik?

Untuk berkebun hidroponik, anda harus menyiapkan modul hidroponik. Ada banyak pilihan modul hidroponik, NFT, DFT, DWC, dan lain-lain. Semua itu bisa anda beli atau anda buat sendiri di rumah. NFT (nutrient film technique) merupakan teknik mengalirkan air tipis melalui akar tanaman. DFT (Deep Flow Technique) adalah mengalirkan air sedalam sekitar 3 cm melalui akar. Sedangkan DWC (Deep Water Culture) adalah air dalam yang tidak mengalir untuk merendam akar, seperti young farmer dan minimax di bawah ini.

Mengapa Berkebun Hidroponik?

Menanam secara hidroponik menghasilkan sayuran dengan rasa dan tekstur yang lebih baik, lebih renyah, dan anda dapat mengontrol nutrisi untuk pertumbuhan dengan mudah. Dengan hidroponik anda dapat menanam di lahan sempit. Untuk membuat perangkat atau modul hidroponik, anda memang harus mengeluarkan biaya yang besar, namun pada saat menanam, panen, dan menanam lagi, anda hanya memerlukan sedikit tenaga kerja. Lubang tanam setelah panen bisa langsung ditanam lagi, berbeda jika dengan sistem konvensional yang harus mencangkul untuk menggemburkan tanah setelah panen. Hidroponik menggunakan air dengan hemat, dan mampu melewati musim panas yang panjang dengan baik. Artinya, menanam dengan hidroponik tidak tergantung dengan kondisi musim dan cuaca alam.

Bagaimana Memilih Tempat untuk Berkebun Hidroponik di Halaman Rumah?

Memilih tempat merupakan hal awal yang menentukan keberhasilan berkebun hidroponik. Tanaman sangat suka sekali dengan tempat yang terkena sinar matahari banyak, namun tidak terlalu panas. Carilah tempat yang terkena sinar matahari kurang lebih 8-10 jam tiap hari. Jika tanaman banyak terkena sinar matahari, proses fotosintesis yang terjadi berlangsung lama, dan menghasilkan tenaga yang besar bagi tanaman untuk menyerap nutrisi dari akar. Kurangnya sinar matahari juga berarti berkurangnya tenaga untuk menyerap nutrisi, sehingga tanaman kerdil. Namun di lain hal, panas matahari yang sangat terik juga dapat menyebabkan beberapa jenis sayuran dehidrasi dan layu. Biasanya sayuran yang mudah layu adalah selada dan sawi-sawian. Untuk mengatasi hal ini, bisa digunakan peneduh saat panas terik, seperti plastik uv, atau paranet.

Bagaimana Cara Menanam Sayur dari Biji?

Ada banyak sekali metode untuk menanam biji sayur agar cepat tumbuh tunas. Namun, pada dasarnya adalah harus memperhatikan kelembaban yang tinggi, dan suhu yang hangat. Yang perlu anda persiapkan adalah:

  1. benih
  2. media tanam rockwool
  3. gergaji besi
  4. pelubang rockwool (bisa anda ganti dengan ujung ballpoin)
  5. semprotan air
  6. air sumur
  7. Nampan untuk tempat semai
  8. Plastik kresek

Langkah-langkah semai biji sayuran:

  1. Potong-potong rockwool dengan ukuran kubus 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm, (tidak harus tepat). Potong dengan gergaji besi dengan cara menggorok maju mundur, agar rapi.
  2. Berilah lubang pada kubus rockwool satu lubang untuk menaruh biji. Gunakan pelubag rockwool atau ujung balpoin.
  3. Semprotlah potongan rockwool dengan air sampai benar-benar basah merata.
  4. Masukkan biji sayuran ke dalam lubang tanam pada rockwool. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak video berikut!
  5. Letakkan semaian benih di atas nampan.
  6. Kemudian nampan dan semaian dimasukkan ke dalam plastik kresek, agar kondisi hangat.
  7. Sesekali waktu buka kresek dan semprot dengan air agar kelembaban meningkat.
  8. Untuk sayuran daun (sawi dan selada) biasanya 24 jam sudah mulai keluar bakal tunas (Jangan sampai terlambat keluar tunasnya). Segera keluarkan semaian dari kresek, dan jemur di bawah sinar matahari, tetapi agak teduh atau sejuk.
  9. Beri semprot air nutrisi setiap pagi, siang dan sore, dan jangan lupa sinar matahari 8-10 jam tiap hari.
  10. Setelah 15 hari baru bisa dipindahkan ke NFT, DFT, DWC, atau yang lain.

kangkung umur 5 hari (kiri) dan 7 hari (kanan), disemai dengan media rockwool

Kapan Waktu Memindah Tanaman ke Sistem Hidroponik?

Persemaian sebaiknya memakan waktu yang lama sekitar 2 minggu, dengan kondisi yang tidak terlalu panas. Fungsinya adalah agar tanaman beradaptasi dengan lingkungan dan menjadikannya lebih tahan cuaca saat dewasa. Saat memindah tanaman, pastikan sudah terbentuk daun sejati, yaitu daun yang memiliki tulang daun, sirip daun, helai daun, dan batang daun. Umumnya keluar saat daun ketiga dan keempat sudah melebar. Setelah 2 minggu dan memiliki daun sejati, semaian siap dipindahkan ke sistem hidroponik.

Setelah tanaman dipindahkan ke sistem hidroponik, anda harus memperhatikan beberapa faktor penting, yaitu:

  1. Lamanya sinar matahari 8-10 jam
  2. Air nutrisi terukur baik kadarnya maupun pH larutannya.

Apa sih Nutrisi AB Mix itu?

AB Mix merupakan nutrisi tanaman lengkap yang terdiri dari unsur Makro N, P, K, Ca, S, Mg, dan unsur Mikro Fe, Cu, Zn, B, Mo, Mn. Semua mineral tersebut dicampur dengan kadar tertentu dan dikemas menjadi 2 bungkus yang berbeda, campuran A, dan campuran B, sehingga lebih dikenal dengan AB mix.  AB mix ini nutrisi standar untuk tanaman khususnya hidroponik, karena mudah larut dan dapat memnuhi semua kebutuhan mineral tanaman untuk tumbuh.

AB mix diracik menyesuaikan kebutuhan tanaman, AB mix daun untuk memaksimalkan pertumbuhan daun, akar, dan batang secara berimbang. AB mix ini cocok untuk semua tanaman saat pertumbuhan. Sedangkan AB mix buah, diracik dengan fokus pada pembesaran buah, dan perlindungan sel buah agar tahan terhadap hama dan cuaca. AB mix ini biasa digunakan untuk tanaman yang masuk tahap generatif, atau tahap pembentukan bunga dan buah. Secara spesifik, ada juga AB mix yang diracik khusus untuk pertumbuhan buah tomat, melon, maupun cabe.

Bagaimana Cara Membuat Pekatan AB Mix?

  1. Siapkan AB mix ekonomis, 2 wadah botol ukuran 500 mL, dan air bersih. Anda bisa menggunakan air sumur, air tetesan AC, atau air hujan.
  2. AB mix dibuka, dan terdapat 2 campuran A, dan B.
  3. Masukkan semua campuran A ke dalam botol, dan B ke botol yang lain.
  4. Larutkan dengan air separuh botol, agar mudah dilarutkan dengan cara dikocok.
  5. Setelah larut, tambahkan air sampai penuh 500 mL pada botol A dan B.
  6. Pekatan AB mix 500 mL A dan B siap digunakan.

Jika anda mempunyai kebun hidroponik yang lebih luas, anda bisa menggunakan AB mix yang berukuran besar untuk larutan 5 liter A dan 5 liter B. Cara membuat pekatannya sama dengan di atas, hanya volumenya 5 liter.

Bagaimana Cara Membuat Melarutkan AB Mix untuk Nutrisi Tanaman?

Tanaman hanya memerlukan kadar nutrisi yang sangat rendah. Sehingga pekatan A dan B yang sudah dibuat tadi harus diencerkan lagi. Untuk membuat 1 liter larutan nutrisi AB mix, langkah-langkahnya adalah sbb:

  1. Siapkan wadah 1 liter, pekatan A dan B mix, dan air.
  2. Masukkan air ke dalam wadah sampai separuh dulu.
  3. Masukkan 5 mL pekatan A dan 5 mL pekatan B (atau sekitar 1 sendok makan).
  4. Tambahkan air sampai 1 liter, lalu diaduk.
  5. Air larutan AB mix sudah siap, dan bisa digunakan untuk tanaman langsung.

Berapa Kali Tanaman Diberikan Nutrisi?

Setiap pagi anda harus melihat tandon nutrisi dan memastikan agar terisi penuh. Untuk tanaman yang masih kecil, biasanya tidak mengkonsumsi air banyak, sehingga pengisian lebih lama. Berbeda dengan tanaman dewasa, air dalam tandon akan cepat berkurang. Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh, apabila cuaca panas air dalam tandon cepat habis, jika mendung lebih lambat berkurang. Namun pada intinya anda harus membuat setiap pagi air terisi penuh, agar aliran air tetap deras dan cukup untuk melewati hari.

Nah! Demikian sahabat hidroponik se-Indonesia. Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat dan menambah bekal anda dalam berkebun hidroponik. Semua hal yang besar selalu dimuali dari yang kecil, dan keberhasilan besok pagi akan tercapai jika usaha dimulai sejak sekarang juga. Salam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *