Bibit yang Baik dari Semaian Benih yang Baik

Sebelum menanam sebaiknya anda tahu tentang bagaimana benih berkembang menjadi bibit tanaman. Sehingga Anda akan lebih mudah saat menyemai benih untuk menghasilkan bibit-bibit tanaman yang berkualitas dan hasil maksimal.

Bibit adalah tanaman yang sangat muda yang tumbuh dari biji. Ketika kondisi kelembaban, cahaya, dan suhu benar, perkembangan bibit dimulai dengan perkecambahan biji dan pembentukan tiga bagian utama:

  1. Radicle – Akar embrio
  2. Hypocotyl – Pucuk embrio
  3. Cotyledons – Daun biji

Biji membutuhkan jumlah cahaya, suhu, oksigen, dan air yang tepat untuk berkecambah dan membentuk bibit. Setelah biji terbelah, bibit tumbuh secara bertahap sementara jaringan penyimpanan makanannya menyusut. Bibit mengembangkan sistem akar dan daun untuk memulai fotosintesis.

Monokotil (daun satu biji) dan dikotil (daun dua biji) berbeda dalam pengembangan bibit awal. Dalam monokotil, akar utama dilindungi oleh lapisan yang dikenal sebagai coleorhiza, yang mendorong benih pertama. Kemudian daun semaian muncul, juga ditutupi dengan lapisan pelindung yang dikenal sebagai coleoptile.

Disisi lain, dikotil, akar primer (radikula) muncul pertama dan menjangkar benih ke tanah dan memungkinkannya untuk mulai menyerap air. Setelah menyerap air, bibit itu muncul. Tidak seperti monokotil, dikotil muncul di atas permukaan dengan kulit biji mereka (perkecambahan).

Menyemai benih memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi, pertama benih dan media tanam harus benar-benar lembab. Yang dibutuhkan adalah media yang lembab, bukan basah apalagi terlalu basah. Media tanam yang lembab atau cukup lembab memudahkan biji untuk meminum air sebanyak-banyaknya dalam proses memunculkan bibit. Namun sebaliknya jika air terlalu banyak bibit tidak berkembang namun dia akan membusuk.

Jika Anda menggunakan media tanam rockwool, Anda harus berhati-hati karena mudah sekali menyimpan air. Anda harus memberikan air tidak terlalu banyak. Sedangkan jika Anda menggunakan media tanam cocopeat, Anda bisa memberikan sedikit lebih banyak air karena cocopeat tidak terlalu banyak menyimpan air.

Air dan Biji

Air sangat penting karena biji yang matang sering cukup kering. Biji mengambil air melalui proses yang disebut imbibisi. Ketika air terakumulasi dalam biji, menyebabkan kulit biji membengkak dan pecah. Air juga mengaktifkan pemecahan endosperm, secara kimia mengubahnya menjadi sumber makanan yang bisa digunakan.

Suhu dan Biji

Suhu memiliki efek pada metabolisme dan tingkat pertumbuhan sel di dalam embrio benih. Benih biasanya memiliki kisaran suhu di mana mereka akan berkecambah dan perkecambahan tidak akan mungkin terjadi di atas atau di bawah kisaran ini.

Untuk sebagian besar biji, kisaran ini antara 15°C dan 26°C, tetapi beberapa dapat berkecambah dalam suhu tanah. Oksigen dibutuhkan untuk perkecambahan biji yang tepat. Dalam bentuk gas, oksigen akan berada di ruang pori tanah dan membantu dalam pengembangan sistem akar yang sangat dibutuhkan. Jika benih ditanam terlalu dalam atau jika tanah menjadi terlalu basahi, benih mungkin tidak berkecambah.

Share ke teman anda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.